Jihad Islam Palestina: Syahadah Ayatullah Khamenei Perkuat Poros Perlawanan
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Gerakan Perlawanan Jihad Islam Palestina, Mohammad al-Hajj Musa menegaskan bahwa kekuatan Poros Perlawanan bertumpu pada pengorbanan sepanjang hayat Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Baginya, kepemimpinan dan pengabdian Ayatullah Khamenei telah menjadi fondasi utama yang menopang ketahanan Gerakan Perlawanan di Kawasan.
Menurut laporan Press TV, al-Hajj Musa pada Sabtu 4 Juli menyatakan bahwa darah Ayatullah Khamenei telah menyatu dengan darah para pejuang Palestina dalam satu medan perjuangan melawan Rezim Pendudukan Israel. Pernyataan tersebut, menurutnya, mencerminkan kesatuan tujuan, nasib, dan arah perjuangan seluruh komponen Poros Perlawanan.
“Darah Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, telah menyatu dengan darah para pejuang Palestina dalam satu pertempuran melawan Rezim Pendudukan Tel Aviv,” ujarnya.
Al-Hajj Musa mengatakan bahwa Ayatullah Khamenei selama puluhan tahun menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut terhadap pembebasan Palestina. Beliau, lanjutnya, menjadi salah satu pilar utama yang memperkuat perjuangan rakyat Palestina melalui dukungan militer, logistik, politik, dan moral secara berkelanjutan.
“Pemimpin yang syahid telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan luar biasa. Beliau juga menjadi pembela yang teguh terhadap kedaulatan umat Islam dalam menghadapi berbagai proyek hegemoni,” katanya.
Menurut al-Hajj Musa, menjaga dukungan terhadap perjuangan Palestina merupakan prinsip mendasar sekaligus jalan paling efektif untuk mempersatukan bangsa-bangsa Muslim dan Arab dalam menghadapi musuh bersama.
Ia juga memuji keteguhan Republik Islam Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa di tengah tekanan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, Iran tidak hanya membela kepentingan nasionalnya, tetapi juga memperjuangkan kepentingan seluruh umat Islam.
“Iran berdiri membela kedaulatan dan martabatnya, sekaligus membela persoalan-persoalan mendasar umat Islam. Republik Islam Iran berhasil meruntuhkan kewibawaan Amerika Serikat ketika negara itu berada pada puncak hegemoni globalnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, al-Hajj Musa menepis anggapan bahwa syahadah Ayatullah Khamenei akan melemahkan Poros Perlawanan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa seluruh Kelompok Perlawanan akan terus bersatu dan melanjutkan perjuangan.
“Siapa pun yang mengira ruh perjuangan Ayatullah Khamenei telah lenyap adalah keliru. Kelompok-kelompok Perlawanan di Lebanon dan Palestina terus bertambah kuat dari hari ke hari. Perjuangan ini akan terus berlanjut, dan ikatan kami terhadap Tanah Air serta tempat-tempat suci tidak akan pernah tergoyahkan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, al-Hajj Musa mengatakan syahadah Ayatullah Khamenei justru memperkokoh tekad Poros Perlawanan untuk meneruskan jalan yang telah beliau bangun.
“Darah suci Ayatullah Khamenei, meski meninggalkan luka yang mendalam di hati kami, semakin menguatkan tekad untuk memberikan pukulan kepada musuh Israel dan menerangi jalan perlawanan,” katanya.
