Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Serangan Drone Israel Tewaskan Empat Warga Sipil di Lebanon Selatan

POROS PERLAWANAN – Empat warga sipil, termasuk tiga perempuan, tewas setelah sebuah drone Israel menembakkan rudal ke sebuah mobil di Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan, Senin, 6 Juli 2026. Serangan itu terjadi ketika kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat belum genap dua pekan berlaku. Informasi tersebut disampaikan media-media Lebanon dan dikutip Press TV.

Rudal menghantam kendaraan yang melintas di dekat Institut Pendidikan Guru di Nabatieh al-Fawqa. Seluruh penumpang meninggal di lokasi kejadian.

Korban terdiri atas seorang kepala sekolah, ibunya, seorang warga negara Suriah, dan seorang pekerja rumah tangga berkewarganegaraan asing.

Pada hari yang sama, media Lebanon juga melaporkan serangan Israel di sekitar kawasan Ali Taher Ridge, sementara wilayah Nabatieh kembali menjadi sasaran pemboman setelah beberapa kali diserang dalam beberapa hari terakhir.

Insiden tersebut menambah daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni 2026 melalui mediasi Amerika Serikat. Sejak kesepakatan itu diumumkan, serangan udara Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung dan menyasar kawasan permukiman maupun fasilitas sipil.

Hezbollah menilai kesepakatan tersebut gagal menghentikan agresi Israel dan menyebutnya sebagai bentuk pengabaian terhadap kedaulatan Lebanon.

Di tengah pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat mengenai penyelesaian konflik kawasan, Teheran menegaskan penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan syarat penting bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan pendudukan militer Israel di Lebanon selatan bertentangan dengan Memorandum Islamabad. Menurutnya, perang belum benar-benar berakhir selama pasukan Israel masih bertahan di wilayah yang didudukinya.

Militer Israel saat ini masih menguasai kawasan yang mereka tetapkan sebagai “zona keamanan” dengan kedalaman sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.

Data otoritas kesehatan Lebanon menunjukkan, sejak 2 Maret 2026, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 4.303 orang, melukai 12.202 orang, dan memaksa lebih dari 1,6 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *