Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Mengaku Kecewa terhadap NATO, Trump Janjikan Penjualan F-35 ke Turki

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan Pemerintahannya akan segera memutuskan penjualan pesawat tempur F-35 kepada Turki. Dalam kesempatan yang sama, ia mengaku kecewa terhadap NATO meski menegaskan hubungan Washington dengan Ankara terus menunjukkan perkembangan positif.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin 6 Juli, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Dalam keterangannya, Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. Ia juga mengeklaim operasi militer Amerika Serikat telah menghancurkan sebagian besar kemampuan militer Iran.

Menurut Trump, Turki tidak terlibat dalam konflik dengan Iran dan juga tidak menginginkan Teheran memiliki senjata nuklir.

Mengenai kerja sama pertahanan dengan Ankara, Trump mengatakan Pemerintahannya sedang mempertimbangkan penjualan pesawat tempur F-35. Menurutnya, tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kepemilikan pesawat tersebut oleh Turki karena hubungan kedua negara saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik.

Trump juga menyebut Turki sebagai salah satu sekutu penting Amerika Serikat. Ia mengatakan Ankara telah membeli berbagai sistem persenjataan buatan Amerika dan menilai Washington memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan pemeliharaan terhadap peralatan yang telah dipasok.

Menyinggung NATO, Trump mengaku sangat kecewa terhadap aliansi tersebut. Ia bahkan menyatakan kehadirannya dalam pertemuan NATO kali ini berkaitan dengan penyelenggaraan agenda di Turki serta penghormatannya kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Selain membahas Iran dan Turki, Trump mengeklaim telah berperan menghentikan delapan konflik internasional. Ia juga menyatakan optimistis perang di Ukraina dapat diakhiri dalam waktu dekat.

Trump turut menyinggung perkembangan di Suriah. Menurutnya, hubungan Washington dengan Presiden Suriah berjalan baik, sementara Pemerintahan baru di negara itu dinilai berhasil memperbaiki kondisi dalam satu setengah tahun terakhir.

Tentang keamanan energi, Trump mengeklaim Amerika Serikat tidak bergantung pada Selat Hormuz karena memiliki cadangan minyak yang sangat besar.

Ia juga mengingatkan negara-negara Eropa agar lebih berhati-hati dalam menangani persoalan migrasi dan energi. Menurutnya, kegagalan mengelola kedua isu tersebut dapat mengancam masa depan Eropa.

Menutup pernyataannya, Trump kembali menegaskan pandangannya mengenai Greenland. Ia menyebut wilayah tersebut seharusnya berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Denmark, serta membuka kemungkinan penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari Eropa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *