Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ghalibaf: Para Pembunuh Syahid Imam Ali Khamenei Bakal Menerima Hukuman

POROS PERLAWANAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa para pelaku di balik syahadah Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, pada akhirnya akan menerima hukuman. Syahadah Imam Ali Khamenei, menurutnya, justru memperkuat tekad bangsa Iran untuk tetap melanjutkan cita-cita Revolusi Islam.

Menurut laporan Press TV, dalam pesan yang disampaikan pada Senin 6 Juli, Ghalibaf menyebut prosesi penghormatan terakhir yang dihadiri jutaan pelayat sebagai bukti kokohnya dukungan rakyat terhadap Republik Islam Iran di tengah berbagai tekanan.

Duka atas syahadah Imam Ali Khamenei, kata Ghalibaf, telah menjelma menjadi momentum yang membangkitkan kesadaran kolektif dan memperteguh keteguhan bangsa. Momentum itu, lanjutnya, memberi dorongan baru bagi langkah Iran dan dunia Islam menuju kemenangan yang diyakininya akan terwujud.

Ghalibaf juga menyoroti aksi-aksi massa yang berlangsung di berbagai wilayah Iran dalam beberapa bulan terakhir. Demonstrasi tersebut, menurutnya, mencerminkan penolakan yang terus disuarakan masyarakat terhadap Amerika Serikat dan Israel.

“Rakyat, yang selama 47 tahun menjadi kekuatan penggerak dan pendukung teguh Revolusi Islam, dalam empat bulan terakhir setiap malam meneriakkan slogan ‘Matilah Amerika’ dan ‘Matilah Israel’. Melalui seruan itu mereka mengungkapkan kebencian terhadap pihak-pihak yang menyebabkan syahidnya pemimpin kami.”

Ghalibaf menegaskan bahwa seluruh pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran, syahadah Imam Ali Khamenei, para pejabat tinggi negara, serta ribuan warga sipil pada akhirnya akan menerima hukuman. Menurutnya, puncak pembalasan itu akan terwujud melalui pembebasan Al-Quds dari pendudukan Rezim Zionis.

Prosesi pemakaman, lanjut Ghalibaf, juga menjadi momentum ketika rakyat Iran memperbarui baiat kepada Pemimpin baru Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mujtaba Huseini Khamenei.

“Bangsa yang terbangun telah mengantarkan pemimpin mereka ke peristirahatan terakhir sekaligus memperbarui baiat kepada Pemimpin kami yang baru, Ayatullah Sayyid Mujtaba Huseini Khamenei.”

Ghalibaf menyampaikan apresiasi kepada rakyat Iran yang dinilainya tetap teguh memegang cita-cita Revolusi Islam.

“Kita harus bersyukur kepada rakyat yang tidak pernah bergeser sedikit pun dari jalan terang Imam Khomeini, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dan para syuhada.”

Perkembangan beberapa waktu terakhir, menurut Ghalibaf, menunjukkan daya tahan Republik Islam Iran dalam menghadapi tekanan dari luar. Rakyat Iran, katanya, tidak hanya tetap mempertahankan semangat perlawanan, tetapi juga semakin terorganisasi dalam menjaga negara.

“Hari ini dunia memahami bahwa Revolusi Islam dan Republik Islam Iran akan terus berdiri. Dengan dukungan rakyat, tidak ada jalan buntu dan tidak ada kekalahan.”

Di bagian akhir pesannya, Ghalibaf mengingatkan seluruh pejabat negara agar terus menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan nasional melalui kesiapan militer, diplomasi, dan perundingan, sembari tetap mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak boleh ada upaya yang diabaikan dalam menjaga hak-hak rakyat, baik melalui kesiapan pertahanan di garis depan, diplomasi dan perundingan, maupun pelayanan untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *