Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Perang Narasi dan Dampak Global Pemakaman Syahid Ayatullah Khamenei

POROS PERLAWANAN – Sejumlah jurnalis, analis, dan aktivis media dari berbagai negara menyoroti dampak global prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam sebuah forum internasional bertajuk “Who is Khamenei?” yang digelar di Teheran. Forum tersebut menempatkan perang narasi dan pemberitaan media internasional sebagai salah satu isu utama pascakonflik Iran.

Menurut laporan IRNA, diskusi yang berlangsung di Aula Surah, Pusat Seni Revolusi Islam pada Selasa 7 Juli, dihadiri sejumlah tokoh media dari Amerika Serikat, Irlandia, Inggris, Pakistan, Lebanon, Brasil, dan beberapa negara lainnya.

Jurnalis Amerika, Patrick Henningsen, yang telah berulang kali mengunjungi Iran, menilai perkembangan terbaru di negara itu tidak dapat dipahami semata sebagai peristiwa politik. Pengalaman yang disaksikannya secara langsung, menurut Henningsen, memperlihatkan keteguhan sebuah bangsa dalam menghadapi tekanan.

Pandangan serupa mengemuka dari aktivis media Irlandia, Tadhg Hickey. Ia menyebut Iran sebagai salah satu negara yang tetap mempertahankan sikap independen di tengah tekanan kekuatan-kekuatan besar dunia. Menurutnya, banyak kalangan pencinta kebebasan di berbagai negara memandang perlawanan Iran sebagai simbol kemandirian dan keteguhan menghadapi dominasi global.

Sorotan tajam terhadap pemberitaan media Barat disampaikan komentator asal London, Bushra Shaikh. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sekaligus mengkritik apa yang disebutnya sebagai pemberitaan sepihak mengenai Iran.

Menurut Shaikh, sejumlah peristiwa penting setelah konflik, termasuk prosesi pemakaman dan tragedi di Minab, tidak memperoleh perhatian yang seimbang dari media arus utama Barat. Kondisi tersebut, katanya, memperlihatkan masih kuatnya kesenjangan antara realitas di lapangan dan narasi yang beredar di ruang informasi internasional.

Shaikh juga menyoroti berbagai pemberitaan mengenai posisi perempuan di Iran. Besarnya kehadiran kaum perempuan dalam prosesi pemakaman, menurutnya, menjadi salah satu fakta yang tidak sejalan dengan sejumlah gambaran yang selama ini berkembang di media Barat mengenai hubungan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dengan perempuan dan keluarga.

Analis Pakistan, Muhammad Ali Khan melihat forum tersebut sebagai cerminan menguatnya jejaring tokoh, akademisi, dan media independen dari berbagai negara yang memiliki perhatian terhadap perkembangan di Iran dan Kawasan. Setelah mengamati langsung kehidupan masyarakat Iran, Khan berpendapat bahwa daya tahan negara itu selama bertahun-tahun menghadapi sanksi internasional tidak dapat dilepaskan dari model ekonomi yang diterapkannya.

Sementara itu, aktivis media Lebanon, Mustafa Shams menilai Ayatullah Sayyid Ali Khamenei merupakan figur yang pengaruhnya melampaui batas-batas geografis Iran. Ia mengisahkan sebuah cerita mengenai pembangunan Metro Teheran yang, menurutnya, mencerminkan perhatian Ayatullah Khamenei terhadap keselamatan masyarakat ketika menolak usulan perubahan jalur proyek demi kepentingan pribadinya.

Forum tersebut memperlihatkan bahwa prosesi pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak hanya menjadi peristiwa nasional di Iran, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari perdebatan internasional mengenai pemberitaan media, legitimasi politik, serta arah perang narasi di tingkat global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *