Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Wartawan Pakistan Sebut Satu Karakteristik Imam Khamenei yang Tak Dimiliki para Pemimpin Lain Dunia

POROS PERLAWANAN – Seorang wartawan Pakistan, Makhdoom Shahabuddin, yang melakukan perjalanan ke Iran untuk meliput prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, bercerita bagaimana berbagai karakteristik kepribadian beliau sangat memengaruhi pandangannya.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars, Shahabuddin mengatakan bahwa kesederhanaan dan kerendahan hati Syahid Imam Khamenei, di samping posisi dan tanggung jawab besarnya, adalah sesuatu yang mengejutkan dan membuatnya terkesan.

Shahabuddin adalah jurnalis Pakistan yang dikenal luas di ruang media dan dunia maya negaranya. Ia menempuh pendidikan jurnalistik di negara-negara Eropa, termasuk Inggris. Shahabuddin pernah memenangkan penghargaan “Jurnalis Tahun Ini” pada tahun 2019 berkat artikel-artikel yang ditulisnya di Pakistan.

Dalam beberapa hari terakhir, Shahabuddin melakukan perjalanan ke Iran untuk pertama kalinya. Tujuan perjalanannya adalah sebuah agenda penting: menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran.

Wartawan Pakistan ini menceritakan momen awal tersiarnya kabar kesyahidan Imam Khamenei. “Ketika kami meliput berita kesyahidan itu, masyarakat Pakistan merasakan kesedihan dan duka yang mendalam, bercampur dengan kemarahan. Hal ini membuat mereka turun ke jalan dan melakukan demonstrasi. Unjuk rasa tersebut paling banyak terjadi di kota Lahore, Karachi, dan Islamabad. Bahkan, mereka juga berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika,” tutur Shahabuddin.

Mengenai perasaan masyarakat Pakistan terhadap Syahid Imam Khamenei, ia menuturkan, “Masyarakat Pakistan memiliki ikatan emosional yang erat dengan Sang Pemimpin Syahid. Sebagai seorang wartawan, saya terkejut melihat bahwa tidak hanya kaum Syiah, tetapi masyarakat Sunni pun merasakan kesedihan dan duka yang sama.”

Beberapa waktu lalu, terjadi perang singkat antara India dan Pakistan, yang dimenangkan oleh Pakistan. Saat membandingkan perang tersebut dengan konflik antara Amerika dan Iran, Shahabuddin mengatakan, “Saya meliput perang antara Pakistan dan India. Namun respons yang saya dapatkan justru lebih kecil dibandingkan dengan liputan perang antara Iran dan Amerika. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Pakistan menganggap Iran tidak kurang penting daripada negara mereka sendiri.”

Mengenai salah satu alasan pribadi mengapa ia tertarik pada Imam Khamenei, Shahabuddin berkata, “Kerendahan hati dan kesederhanaannya yang luar biasa itulah yang membuat saya terpikat; sesuatu yang tidak dimiliki oleh para pemimpin dunia lainnya.”

Dia menyebut pengalamannya dalam berinteraksi dengan masyarakat dan suasana sosial Iran sebagai pengalaman yang berbeda.

“Saya belajar di Eropa, dan narasi tentang Iran yang disajikan di media Barat sangat berbeda. Realitas yang saya lihat benar-benar membuat saya terkejut. Ketika saya melihat Iran, saya menyadari bahwa narasi Barat yang mengatakan bahwa rakyat tidak tertarik pada Pemerintah mereka dan Pemerintah menindas rakyat, sama sekali tidak seperti itu,” kata Shahabuddin.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *