Politisi AS Sindir Trump dan Hegseth: Kita Menang 40 Kali dalam ‘Perang yang Bukan Perang’
POROS PERLAWANAN – Mantan anggota Kongres Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene melalui pesan sarkastik di media sosial X, menyerang kebijakan Pemerintahan Donald Trump terhadap Iran. Dia mengolok-olok klaim Pemerintah mengenai perang dengan Negeri Mullah.
Dilansir Fars, Greene kembali menyinggung serangan berulang AS terhadap Iran selama periode gencatan senjat dan mencuit: “Kita kembali membom Iran; itu pun di tengah gencatan senjata perang yang sebenarnya bukan perang.”
Greene kemudian mengejek narasi resmi Pemerintah AS dengan menambahkan: “Bukankah kita seharusnya sudah menghancurkan Militer negara ini sepenuhnya dan total, serta telah menang sekitar 40 kali dalam perang yang bukan perang ini?”
Politisi dari Partai Republik ini melanjutkan dengan menyindir janji kampanye Trump: “Saya senang Trump menjadi Presiden dengan janji untuk ‘mengakhiri perang asing selamanya’. Jika tidak, saya mungkin mulai berpikir bahwa perang yang bukan perang ini—di mana kita sudah menang 40 kali—sedang berubah menjadi salah satu perang tanpa akhir Amerika lainnya di Timur Tengah.”
Greene juga menjadikan perjalanan Menteri Perang Amerika, Pete Hegseth ke Wilayah yang Diduduki (Israel) sebagai bahan sindiran. Ia menulis: “Bagus sekali Pete Hegseth, Menteri Kementerian Pertahanan—atau lebih tepatnya, Kementerian Perang—akan pergi ke Israel untuk menerima perintah dari mereka… yaitu untuk berkonsultasi tentang bagaimana cara menghancurkan Iran sepenuhnya. Maaf, maksud saya, tentang bagaimana menciptakan perdamaian.”
Di bagian lain pesannya, ia menyindir potensi penyalahgunaan informasi rahasia militer untuk keuntungan finansial dengan mencuit: “Saya benar-benar yakin tidak ada seorang pun di Pemerintahan atau di antara para donatur politik yang akan menggunakan keputusan militer yang sangat rahasia untuk melakukan transaksi berdasarkan informasi orang dalam.”
Di akhir pesannya, Greene menyindir slogan kampanye Trump, “Make America Great Again” (Kembalikan Kejayaan Amerika), dengan menulis: “Karena itulah alasan tepat mengapa kita semua memilih slogan ‘Jadikan Amerika Kembali Hebat’.”
