Alasan Iran Mesti Umumkan Secara Resmi Berakhirnya MoU dengan AS
POROS PERLAWANAN – Ada sejumlah alasan kenapa Teheran harus menyatakan MoU-nya dengan Washington telah berakhir. Selain fakta bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan awal secara keseluruhan, bahkan menutup kembali akses penjualan minyak, Donald Trump juga telah menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah mati.
Diberitakan Fars, sejak saat pengumuman gencatan senjata hingga penandatanganan kesepakatan awal dan negosiasi yang menyusul setelahnya, para pejabat Iran di berbagai tingkatan selalu menekankan satu poin mendasar: “kami tidak percaya kepada Amerika Serikat.”
Sejak kesepakatan ditandatangani hingga saat ini, Amerika Serikat telah berulang kali melanggar banyak klausul kesepakatan ini melalui berbagai cara. Mulai dari berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon dan kesepakatan Rezim tersebut dengan Pemerintah Lebanon, hingga serangan langsung Amerika ke wilayah selatan Iran dan pembatasan penggunaan aset hanya untuk pembelian barang-barang Amerika. Semuanya merupakan pelanggaran yang jelas dan terbuka terhadap poin-poin utama kesepakatan.
Meskipun demikian, manfaat yang diperoleh Iran dari kesepakatan itu adalah penjualan minyak, pencabutan blokade, dan tekanan untuk mengurangi serangan di Lebanon. Namun, sejak kemarin, tindakan pihak Amerika telah mencapai titik di mana mereka bahkan menghancurkan manfaat-manfaat tersebut.
Amerika Serikat berusaha menggunakan kekerasan untuk merebut kendali Selat Hormuz dari Iran, meningkatkan serangan langsung ke wilayah tanah Iran, menghancurkan infrastruktur Iran, dan menyebabkan kematian warga.
Di sisi lain, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah mencabut kembali pengecualian sanksi. Trump, saat berada di Turki, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah berakhir.
Dalam pernyataan terbarunya yang menghina dan memicu ketegangan, ia menyebut rakyat Iran sebagai “sekelompok sampah”, “kanker”, dan “tidak becus”. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menyerang Iran pada malam sebelumnya “dua puluh kali lebih keras dari sebelumnya.”
Mengingat pendekatan realis dalam masalah internasional dan perlunya memberikan respons yang setara terhadap pelanggaran perjanjian asing, Iran juga harus mengumumkan berakhirnya kesepakatan awal tersebut secara resmi, serta menghentikan negosiasi mengenai hal itu maupun negosiasi di masa depan.
Dalam satu tahun terakhir, Amerika telah menggunakan negosiasi sebagai alat untuk menyerang. Selain itu, Trump adalah seseorang yang memiliki rekam jejak menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir (JCPOA). Pengalaman dari Pemerintahan Rouhani menunjukkan bahwa tetap bertahan secara sepihak dalam sebuah kesepakatan dan mengejarnya melalui jalur negosiasi atau hukum internasional tidak akan memberikan keuntungan bagi Iran.
