Iran Laporkan Serangan Ilegal AS terhadap Infrastruktur Sipil ke OTIF
POROS PERLAWANAN – Pemerintah Iran mengajukan pengaduan resmi kepada Intergovernmental Organisation for International Carriage by Rail (OTIF) menyusul serangan udara Amerika Serikat yang menghantam infrastruktur perkeretaapian, termasuk sebuah jembatan rel di Provinsi Golestan. Melalui Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, Teheran mendesak OTIF segera menempuh langkah hukum dan kelembagaan atas serangan terhadap fasilitas transportasi sipil. Laporan ini dipublikasikan Press TV pada Jumat 10 Juli.
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal OTIF, Bahreini menegaskan bahwa serangan terhadap jembatan kereta api di Golestan bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari pola serangan berulang yang menyasar jaringan perkeretaapian serta infrastruktur transportasi sipil Iran.
Bahreini menyatakan serangan tersebut menghantam fasilitas yang menopang layanan transportasi publik, aktivitas ekonomi, dan konektivitas regional. Karena itu, Iran meminta OTIF menggunakan kewenangan yang dimilikinya berdasarkan konvensi internasional dan mekanisme organisasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Menurut Bahreini, serangan terhadap infrastruktur rel tidak hanya merusak aset negara anggota, tetapi juga mengancam keselamatan, keamanan, dan keandalan sistem transportasi kereta api internasional.
Pengaduan itu diajukan setelah serangan udara Amerika Serikat menghantam sejumlah jalur kereta api, termasuk jembatan pada lintas Teheran–Mashhad, beberapa jam sebelum prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei di Kota Mashhad. Serangan tersebut menyebabkan layanan kereta api antara Teheran dan Mashhad dihentikan sementara.
Perusahaan Perkeretaapian Republik Islam Iran kemudian mengerahkan tim perbaikan ke lokasi terdampak serta menyediakan transportasi darat bagi para penumpang hingga jalur kembali beroperasi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Amerika Serikat menyerang dua jembatan pada jalur menuju Mashhad dengan tujuan mengganggu penyelenggaraan prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur nasional akan dibalas.
“Setiap serangan terhadap infrastruktur akan dibalas, dan Rezim Zionis kriminal yang bertanggung jawab atas kejahatan ini tidak akan luput dari respons para pejuang kami,” ujar Zolghadr dalam pernyataan resminya pada Jumat 10 Juli.
Menurut otoritas Iran, gelombang serangan Amerika Serikat pada 7 dan 8 Juli juga menghantam jalur rel yang menghubungkan Teheran dan Mashhad serta menewaskan sedikitnya 17 orang.
Bahreini sebelumnya telah mengirim surat kepada OTIF selama perang 40 hari yang dimulai pada Februari 2026 untuk memprotes serangan terhadap jaringan perkeretaapian Iran dan mendesak adanya tindakan dari Organisasi tersebut.
Menanggapi pengaduan Iran, OTIF menyatakan sedang meninjau kerangka hukum Organisasi guna mempertimbangkan mekanisme sanksi terhadap serangan yang menyasar infrastruktur perkeretaapian. Organisasi itu menilai setiap serangan terhadap jaringan rel merupakan persoalan yang sangat serius karena berdampak pada keselamatan dan keamanan transportasi kereta api internasional.
