Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Muslimin Palestina Gagalkan Upaya Zionis Radikal Bakar Gereja di Kota Quds

POROS PERLAWANAN – Kemenlu Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) mengutuk usaha seorang pemukim Zionis untuk membakar gereja al-Jatsmaniyah di kota Quds (Yerusalem).

Dinukil Fars dari Russia Today, Kemenlu PNA dalam statemennya menyatakan, ”Kami menganggap kejahatan keji seorang teroris Yahudi, yang didukung Gerakan Pembangunan Permukiman Yahudi dan Rezim Penjajah, dalam membakar gereja di Quds sebagai tindakan sangat berbahaya.”

“Teroris Yahudi tersebut, yang kali ini mengincar gereja al-Jatsmaniyah di Quds, mendapat dukungan Rezim Penjajah, sebab kejahatan seperti ini terjadi berulangkali di berbagai tempat dan dengan beragam cara. Sebab itu, kami butuh dukungan dari masyarakat internasional, karena sakralitas Kristen atau Islam kami terancam bahaya dari para penjajah.”

Menurut Kemenlu PNA, pembakaran gereja mengingatkan berbagai upaya teroris Yahudi untuk membakar musala dan tempat-tempat ibadah.

Kemenlu PNA menuntut agar terorisme Yahudi dicantumkan dalam daftar terorisme internasional. Ia menegaskan, bahaya ini harus ditindak secara bertanggung jawab, apalagi aksi semacam ini didukung oleh pihak-pihak resmi.

Sembari menyatakan bahwa melindungi sakralitas Quds adalah tanggung jawab masyarakat internasional, Kemenlu PNA menegaskan, ”Jangan sampai kejahatan semacam ini hanya didiamkan, atau hanya sekadar dikecam. Harus ada tindakan yang segera diambil untuk melindungi sakralitas keagamaan, yang merupakan langkah pertama untuk langkah-langkah lebih besar dalam menjaga tanah suci yang dijajah.”

Sumber-sumber lokal pada hari Jumat 4 Desember kemarin mengabarkan, seorang pemukim Zionis berupaya membakar gereja al-Jatsmaniyah di kawasan Jabal Zaitun, namun upayanya digagalkan Muslimin Palestina.

Teroris Yahudi itu masuk ke gereja dan menumpahkan bahan pembakar di atas bangku-bangku kayu untuk membakar tempat tersebut. Namun sejumlah Muslim Palestina masuk ke gereja dan menghalangi aksinya.

Saat terjadi perkelahian, aparat keamanan Israel masuk ke gereja, lalu menyelamatkan teroris Yahudi itu dan membawanya pergi.

Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang Zionis menyerang tempat-tempat ibadah Muslim dan Kristen di Quds dan Tepi Barat. Mereka menyebut aksi-aksi ini sebagai “pelunasan hutang”.

Tags: