Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Lebih dari 3 Bulan Mogok Makan, Tawanan ini Apresiasi ‘Keberanian Bermartabat’ Iran Bela Palestina

Lebih dari 3 Bulan Mogok Makan, Tawanan ini Apresiasi 'Keberanian Bermartabat' Iran Bela Palestina

POROS PERLAWANAN – Meski harus melewati rintangan dan pengamanan ketat aparat keamanan Israel, jurnalis stasiun televisi al-Alam akhirnya bisa mewawancarai Maher al-Akhras, tawanan Palestina yang telah melakukan mogok makan selama lebih dari 3 bulan.

Wawancara ini dilakukan di rumah sakit Kabilan, tempat al-Akhras ditahan saat ini atas perintah Militer Rezim Zionis.

Warga Palestina berusia 49 tahun ini mogok makan sejak 94 hari lalu, sebagai protes atas penahanan administratif terhadap dirinya.

“Saya berterima kasih kepada Republik Islam Iran atas sikap beraninya dalam membela Palestina, meski harus menghadapi embargo,” kata al-Akhras kepada al-Alam.

“Pendirian Iran terkait isu Palestina adalah pendirian mulia dan bermartabat, yang tidak saya saksikan di antara negara-negara Arab, Islam, dan negara-negara lain di dunia,” imbuhnya.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang menyatakan solidaritas kepada bangsa Palestina. Ini memberikan kebanggaan kepada kami. Negara-negara lain bertugas untuk membela Palestina. Namun sudah jelas siapa saja yang mendukung Palestina, dan siapa yang mengkhianatinya,” tandas al-Akhras.

Seorang pendeta Palestina, Atallah Hanna juga menemui al-Akhras untuk mengetahui kondisinya saat ini. Kepada al-Alam, Hanna mengatakan, ”Kami menyatakan solidaritas dengan Maher al-Akhras, pejuang besar dan tawanan Palestina yang melakukan mogok makan. Saya mengatakan bahwa dia akan menang, sebab ia bergerak di jalan kebenaran.”

Istri al-Akhras mengatakan kepada al-Alam, ia berharap kepada perkumpulan-perkumpulan massal yang diadakan untuk memberi dukungan kepada suaminya. Ia berharap agar tuntutan-tuntutan massa itu bisa berujung pada kebebasan al-Akhras.

Al-Akhras ditahan Rezim Zionis pada 27 Juli lalu tanpa diberitahu alasan penangkapannya. Dia dan sejumlah tawanan Palestina lain melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanannya.

Berbagai lembaga yang berurusan dengan masalah tawanan menyatakan, al-Akhras menghadapi bahaya kematian bertahap. Dia berada di ambang kematian lantaran kerap mengalami kejang, pingsan, dan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Sejumlah dokter memperingatkan, sebagian organ tubuhnya sudah tidak berfungsi sedikit demi sedikit.

Seiring kian kritisnya kondisi al-Akhras, sayap militer Jihad Islami, Brigade al-Quds, mengumumkan telah menyiagakan pasukannya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *