Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Ribuan Warga Turki Tolak NATO, Serukan ‘NATO Keluar dari Negara Kami’

POROS PERLAWANAN – Ribuan warga Turki menggelar demonstrasi di Ankara dan Istanbul bertepatan dengan pembukaan KTT NATO pada Selasa 7 Juli. Massa mengecam keberadaan aliansi militer tersebut dan menyerukan “NATO keluar dari negara kami”, sementara aparat keamanan membubarkan sebagian aksi menggunakan gas air mata, sebagaimana dilaporkan Reuters dan Sputnik.

Gelombang protes berlangsung ketika para pemimpin dari 32 negara anggota NATO berkumpul di Ankara untuk mengikuti KTT selama dua hari. Pertemuan itu membahas peningkatan belanja pertahanan hingga lima persen dari produk domestik bruto negara anggota, perang di Ukraina, perkembangan di Selat Hormuz, penguatan industri pertahanan, serta berbagai isu keamanan regional dan global.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte mengatakan negara-negara anggota akan menginvestasikan lebih dari 40 miliar Dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat kemampuan pertahanan antipesawat nirawak. NATO juga berencana memperbarui armada pesawat sistem peringatan dini dan pengendalian udara (AWACS) yang telah memasuki usia operasional.

Di sela-sela KTT, Reuters melaporkan para menteri luar negeri NATO dijadwalkan menggelar pertemuan dengan negara-negara Arab di kawasan Teluk untuk membahas perkembangan di Selat Hormuz.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah usulan Prancis dan Inggris untuk membentuk misi maritim multinasional di Selat Hormuz. Iran sebelumnya menolak usulan tersebut dan menegaskan perairan strategis itu bukan arena bagi kekuatan militer dari luar Kawasan.

Di Ankara, demonstran memulai aksi dari Lapangan Kızılay sambil membawa spanduk bertuliskan “NATO Keluar dari Negara Kami” dan “Jangan Biarkan NATO Masuk”. Mereka juga menuntut agar KTT NATO tidak diselenggarakan di Turki.

Reuters melaporkan aparat keamanan menggunakan gas air mata dan perlengkapan pengendalian massa untuk membubarkan demonstrasi.

Aksi serupa berlangsung di Istanbul. Menurut Sputnik, para peserta menuduh NATO sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai perang yang dipimpin Amerika Serikat dan sekutu Barat. Berbeda dengan demonstrasi di Ankara, unjuk rasa di Istanbul berakhir tanpa bentrokan.

Menjelang penyelenggaraan KTT, Reuters melaporkan aparat Turki menangkap puluhan aktivis, jurnalis, akademisi, dan anggota kelompok kiri. Para pengkritik Pemerintah menilai langkah tersebut bertujuan membatasi ruang protes menjelang pertemuan para pemimpin NATO.

Laporan Anadolu Agency menyebutkan lebih dari 100 orang yang mengikuti aksi anti-NATO atas seruan Partai Komunis Turki juga ditangkap pada Minggu 5 Juli.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *