Loading

Ketik untuk mencari

Al-Shaghir Ungkap Peran Besar Syahid Soleimani Kerap Redakan Ketegangan Politik Internal Irak POROS PERLAWANAN - Dalam wawancara dengan al-Alam tentang kepribadian Syahid Qassem Soleimani, Ketua Dewan Tinggi Islam Irak, Jalaludin al-Shaghir mengatakan, ”Ia sangat mencintai misi yang dilakukannya. Saya melihat banyak orang Irak, tapi mereka tidak bekerja untuk Irak seperti yang dilakukan Syahid Soleimani. Syahid Soleimani dan Syahid Abu Mahdi adalah orang-orang spesial. Bukan hal mudah bagi kita untuk kembali menyaksikan orang-orang seperti mereka.” “Syahid Soleimani selalu mondar-mandir di front-front pertempuran. Tiap kali ada kesempatan, ia selalu mengunjungi berbagai provinsi secara diam-diam dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia gemar melihat langsung problem yang dihadapi masyarakat, untuk kemudian ia sampaikan kepada pihak berwenang,” tutur al-Shaghir. “Ia memiliki keistimewaan dibandingkan para politisi. Syahid Soleimani menjalin hubungan dengan semua faksi politik tanpa terkecuali. Ia bahkan bertemu dan berdialog dengan orang-orang yang menghinanya. Ia berusaha mencapai sebuah logika gabungan dengan mereka. Ia selalu berkata, ’Nilai setiap orang ditentukan oleh logikanya. Jika kita tidak duduk bersama orang-orang lain dan tidak tahu apa pemikiran mereka, serta mereka juga tidak tahu pemikiran kita, kita tidak bisa mendapatkan titik persamaan untuk mengatasi masalah’.” “Syahid Soleimani berperan sangat besar dalam meredakan ketegangan politik. Jasanya dalam hal ini tidak lebih sedikit dari jasanya di medan-medan perang, sebab dalam banyak kasus ia berhasil mencegah terjadinya konfrontasi internal di Irak. Jelas bahwa ia memiliki pandangan positif atau negatif terkait para tokoh politik Irak. Namun ia hanya ingin mengatasi masalah rakyat tanpa memperhatikan pandangan pribadinya. Ia selalu menekankan, ’Rakyat lebih penting. Tidak masalah jika ini dan itu pergi. Yang terpenting adalah rakyat terbebas dari masalah-masalah utama mereka’.” “Ia kerap berkata bahwa masyarakat tidak tahu esensi perang, sebab mereka tidak mengalaminya dari dekat. Mereka tidak tahu besarnya kerugian yang ditimbulkan perang saudara, konflik pribadi, atau hal-hal semacamnya kepada negara. Kadang kala, partai-partai politik yang bertikai satu sama lain, tidak senang melihat hubungan Hajj Qassem dengan politisi ini atau partai itu. Namun dia selalu mengingatkan bahaya perang saudara dan penyalahgunaan musuh darinya,” tegas al-Shaghir.