Komandan NATO: Kami Siap Melawan Ancaman Rusia
POROS PERLAWANAN — Panglima Tertinggi Pasukan NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich menyatakan bahwa aliansi tersebut tengah mengambil langkah proaktif dalam menghadapi apa yang disebut sebagai ancaman gabungan dari Rusia serta upaya Kremlin yang dianggap berpotensi menimbulkan gangguan terhadap negara-negara anggota.
Media Eropa sebelumnya memperingatkan adanya aktivitas yang mereka sebut sebagai tindakan jahat Rusia, termasuk serangan siber dan dugaan sabotase terhadap jalur kereta api di Polandia. Laporan IRNA pada Jumat 5 Desember, yang mengutip AFP, menyebutkan bahwa sejumlah negara NATO yang berhaluan keras mendorong respons yang lebih agresif terhadap Moskow.
“Ini bukan ancaman eksistensial bagi NATO dan tidak menggerogoti persatuan kita. Kita mampu merespons dan mengelolanya. Namun, kita terus berupaya untuk bersikap proaktif,” ujar Grynkewich.
Ia menambahkan, “Jika Rusia mencoba menciptakan masalah bagi kita, mungkin ada cara bagi kita untuk menciptakan masalah bagi mereka. Saya tidak ingin masuk ke detailnya.”
Meski demikian, Grynkewich menegaskan bahwa NATO tetap merupakan “aliansi pertahanan”.
Pejabat Barat menuduh Rusia melancarkan kampanye “perang hibrida” terhadap negara-negara anggota NATO untuk mengganggu stabilitas internal mereka.
“Ancaman hibrida ini nyata, dan kami memperkirakan jumlahnya akan meningkat,” ujar Grynkewich. Ia menyebut pola ancaman tersebut sebagai bagian dari “jaringan hibrida” dan menekankan bahwa NATO harus menanggapinya, baik tindakan tersebut bersifat oportunistik maupun disengaja.
