Jerman kepada AS: Eropa Tidak Butuh Nasihat Pihak Luar
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul menanggapi dokumen Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat yang baru, yang menuduh negara-negara Eropa menekan lawan politik dan membatasi kebebasan berekspresi. Wadephul menegaskan bahwa Eropa tidak membutuhkan nasihat asing mengenai cara mengelola urusan internalnya.
“Amerika Serikat telah dan akan tetap menjadi sekutu terpenting kami di NATO,” ujar Wadephul pada Jumat, sebagaimana dilaporkan IRNA pada Sabtu 6 Desember, mengutip Deutsche Welle. “Aliansi ini berurusan dengan isu-isu keamanan. Namun, persoalan kebebasan berekspresi dan bagaimana kami mengatur masyarakat bebas kami bukanlah ranah yang relevan di sini.”
Ia kemudian menegaskan, “Kita dapat membahas dan memperdebatkan isu-isu tersebut secara internal, sekarang maupun di masa depan. Kita tidak memerlukan nasihat dari pihak luar.”
Wadephul juga menyatakan bahwa Jerman akan “menganalisis dokumen Strategi Keamanan Nasional AS secara rinci”.
Dokumen sepanjang 33 halaman itu memuat sejumlah poin kontroversial mengenai Eropa, termasuk pernyataan bahwa kemerosotan ekonomi benua tersebut disertai “prospek nyata kepunahan peradaban” dalam dua dekade mendatang.
Strategi tersebut juga memuat kritik tajam terhadap para sekutu Eropa dan menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mendukung pihak-pihak yang menentang nilai-nilai yang dipimpin Uni Eropa, termasuk dalam isu imigrasi.
Dalam dokumen itu, AS menyebut berbagai persoalan besar yang menurutnya dihadapi Eropa: aktivitas Uni Eropa dan lembaga supranasional lain yang dianggap melemahkan kedaulatan politik negara-negara anggota, kebijakan imigrasi yang dinilai mengubah struktur benua, pembatasan kebebasan berbicara dan penindasan perbedaan pendapat, penurunan tingkat kelahiran, serta terkikisnya kepercayaan diri dan identitas nasional.
