Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Bantah Pasukannya Terkepung, Israel Gagal Tembus Ali al-Tahir

POROS PERLAWANAN — Hizbullah membantah pernyataan Israel yang menyebut puluhan pejuangnya terkepung di kawasan strategis Ali al-Tahir, Lebanon selatan. Kelompok Perlawanan Lebanon itu menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanya bertujuan mengangkat moral pasukan Israel yang hingga kini belum berhasil menembus atau menguasai perbukitan tersebut.

Menurut laporan Kantor Informasi Hizbullah pada Sabtu 20 Juni, yang dikutip Fars News Agency pada Minggu, pernyataan tersebut muncul setelah serangkaian upaya Militer Israel untuk memasuki dan menguasai Ali al-Tahir mengalami kebuntuan. Hizbullah menegaskan tidak ada pasukannya yang terkepung sebagaimana diberitakan sejumlah media Israel.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut pernyataan tersebut sengaja disebarkan untuk meningkatkan semangat pasukan Israel, terutama setelah kegagalan mereka mencapai kemajuan di salah satu titik paling strategis di Lebanon selatan.

Ali al-Tahir merupakan dataran tinggi strategis yang berada sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan menghadap langsung ke Kota Nabatieh. Kawasan ini memiliki nilai militer penting karena memungkinkan pengawasan terhadap wilayah luas di Lebanon selatan, termasuk area di sekitar Sungai Litani.

Pentingnya kawasan tersebut menjadikan Ali al-Tahir sebagai salah satu sasaran utama operasi darat Israel. Penguasaan bukit itu dinilai berpengaruh terhadap kemampuan Israel mempertahankan posisinya di Lebanon selatan. Sebaliknya, selama kawasan tersebut tetap berada di luar kendali Israel, Hizbullah memiliki posisi yang memungkinkan pemantauan dan penargetan terhadap pergerakan pasukan Israel di wilayah sekitarnya.

Radio Militer Israel sendiri mengakui bahwa pasukan Israel hingga saat ini belum berhasil memasuki kawasan Ali al-Tahir. Media tersebut juga melaporkan bahwa pejuang Hizbullah dalam beberapa hari terakhir memberikan perlawanan sengit untuk mempertahankan wilayah tersebut.

Laporan media Israel menyebut intensitas serangan roket Hizbullah meningkat seiring berlangsungnya pertempuran di kawasan itu. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya mempertahankan salah satu titik paling penting dalam medan pertempuran di Lebanon selatan.

Sementara itu, Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa pusat pertempuran utama saat ini berada di Bukit Ali al-Tahir yang terletak di sebelah utara Desa Kfartibnit. Operasi militer di kawasan tersebut disebut berlangsung berdasarkan arahan dan keputusan para petinggi politik Israel.

Media Israel sebelumnya memberitakan bahwa sekitar 30 pejuang Hizbullah terjebak di bawah tanah, berada dalam kepungan, dan meminta bantuan. Namun, kabar tersebut langsung dibantah Hizbullah yang menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan tidak sesuai dengan situasi di lapangan.

Bantahan Hizbullah muncul ketika pertempuran di Lebanon selatan semakin terpusat di kawasan Ali al-Tahir. Hingga kini, bukit strategis tersebut masih menjadi salah satu hambatan utama bagi operasi darat Israel, sementara Hizbullah terus berupaya mempertahankan kendalinya atas kawasan yang memiliki arti penting dalam peta militer Lebanon selatan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *