Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Media Inggris: Starmer Diperkirakan Umumkan Pengunduran Diri pada Senin

POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dilaporkan tengah mempertimbangkan pengunduran dirinya setelah menghadapi tekanan politik yang semakin besar dari dalam Partai Buruh. Harian The Observer melaporkan bahwa Starmer kemungkinan akan mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Senin 22 Juni disertai skema transisi kekuasaan yang tertib dan terukur.

Menurut laporan Fars News Agency pada Minggu 21 Juni, keputusan tersebut disebut merupakan hasil dari serangkaian konsultasi yang dilakukan Starmer dengan para menteri, penasihat, donor politik, dan pemimpin serikat pekerja dalam beberapa pekan terakhir. Sumber-sumber yang dekat dengan Perdana Menteri Inggris menilai kelanjutan kepemimpinannya semakin sulit dipertahankan di tengah meningkatnya tekanan internal partai.

Starmer yang mulai menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Juli 2024 menghadapi berbagai gejolak politik dalam beberapa bulan terakhir. Lebih dari 20 menteri dan pejabat pemerintahan dilaporkan mengundurkan diri sejak pemerintahannya terbentuk, dengan sebagian besar terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah nama yang disebut meninggalkan pemerintahan antara lain Menteri Pertahanan John Healey, Menteri Angkatan Bersenjata Al Carns, Menteri Kesehatan Wes Streeting, Menteri Perlindungan Sosial Jess Phillips, Menteri Urusan Agama dan Komunitas Miatta Fahnbulleh, Menteri Korban dan Kekerasan terhadap Perempuan Alex Davies-Jones, serta Menteri Kesehatan Zubir Ahmed.

The Observer menulis bahwa Starmer menghabiskan akhir pekan bersama keluarganya di kediaman resmi untuk mempertimbangkan langkah politik berikutnya. Sementara itu, sejumlah petinggi Partai Buruh disebut telah bersiap menghadapi kemungkinan pengumuman resmi terkait masa depan kepemimpinannya.

Salah satu sumber yang dekat dengan Starmer mengatakan bahwa Perdana Menteri tidak ingin meninggalkan Inggris dalam situasi politik yang tidak stabil. Menurut sumber tersebut, Starmer menginginkan proses transisi yang berlangsung tertib dan terukur sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap Partai Buruh dan masyarakat Inggris.

Kemenangan Andy Burnham Perkuat Tekanan

Tekanan terhadap Starmer semakin meningkat setelah kemenangan Andy Burnham dalam pemilihan sela di daerah pemilihan Makerfield. Burnham yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Manchester berhasil meraih sekitar 55 persen suara dan mengalahkan kandidat dari kubu kanan dengan selisih yang cukup lebar.

Hasil tersebut dipandang mengubah peta kekuatan di internal Partai Buruh. Pendukung Burnham mengeklaim lebih dari separuh anggota parlemen Partai Buruh kini memberikan dukungan kepadanya, sehingga posisi Starmer sebagai pemimpin partai semakin tergerus.

Menurut laporan tersebut, Burnham dijadwalkan mengucapkan sumpah sebagai anggota parlemen pada Senin dan diperkirakan akan segera mengadakan pertemuan dengan Starmer. Banyak pengamat politik Inggris menilai Burnham sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Starmer dan menjaga soliditas Partai Buruh menghadapi tantangan dari partai-partai sayap kanan.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah menteri senior, termasuk Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Transportasi, dilaporkan telah mendesak Starmer agar mengumumkan secara resmi rencana pengunduran dirinya.

Tekanan dari Dalam dan Luar Partai

Tekanan terhadap Starmer tidak hanya datang dari internal pemerintahan. Sharon Graham, pemimpin salah satu serikat pekerja terbesar di Inggris, secara terbuka menyerukan agar Starmer mengundurkan diri.

Di saat yang sama, sejumlah tokoh Partai Buruh mulai menyatakan minat untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan partai, meskipun sebagian besar diperkirakan akan memberikan dukungan kepada Burnham apabila proses pemilihan pemimpin baru benar-benar berlangsung.

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pengunduran diri Starmer. Dalam pernyataan sebelumnya, ia menegaskan akan ikut serta apabila pemilihan kepemimpinan partai digelar. Sumber-sumber di lingkaran dekatnya juga menyebut laporan mengenai pengunduran diri tersebut masih berada pada tahap spekulasi politik.

Laporan The Observer menyebut perkembangan ini terjadi setelah Partai Buruh mengalami hasil yang mengecewakan dalam sejumlah pemilihan lokal dan menghadapi survei opini publik yang kurang menguntungkan. Di tengah situasi tersebut, sebagian kalangan di internal partai mulai memandang pergantian kepemimpinan sebagai jalan untuk memulihkan posisi politik Partai Buruh dan meredakan ketegangan internal yang terus meningkat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *