Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Perwakilan Hizbullah: Beirut Dilindungi Rudal Iran, Bukan Konsesi Pemerintah Lebanon kepada Israel

POROS PERLAWANAN – Anggota Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon, Hassan Fadlallah menegaskan bahwa apa yang melindungi Beirut saat ini adalah diplomasi yang berbasis pada rudal-rudal Iran, bukan diplomasi Pemerintah Lebanon yang didasarkan pada rasa takut, kepengecutan, pemberian konsesi, dan mondar mandir di balik pintu-pintu Pemerintahan Amerika Serikat.

Diberitakan Fars, dalam acara peringatan yang diadakan oleh Hizbullah untuk Syahid Ali Moussa Daqdouq dan sekelompok syuhada lainnya di wilayah al-Janah, Fadlallah menyatakan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss dimulai dari masalah Lebanon. Ia menekankan, Republik Islam Iran telah mengaitkan setiap kemajuan dalam negosiasi tersebut dengan penghentian agresi Israel dan penarikan pasukan pendudukan dari tanah Lebanon.

“Negosiasi di Swiss hari ini dimulai dari poin pertama, yaitu penghentian agresi terhadap Lebanon. Republik Islam Iran telah menginformasikan kepada kami bahwa tidak akan ada negosiasi sebelum gencatan senjata, juga tidak akan ada kesepakatan sebelum penarikan tentara musuh dari Lebanon,” kata Fadlallah.

“Iran telah mempertaruhkan masalah nuklir, negosiasi, dan kepentingan nasionalnya demi Lebanon dan dalam rangka mendukungnya.”

Anggota Hizbullah ini melontarkan kritik keras terhadap Otoritas Lebanon dengan mengajukan pertanyaan berikut: “Alat dan tuas kekuasaan apa yang dimiliki oleh badan penguasa Lebanon? Apa saja kemampuannya? Atas dasar apa mereka ingin bernegosiasi? Apa yang mereka rencanakan untuk dikompromikan? Sementara Republik Islam berdiri di samping kami dan mendukung hak kami serta mendukung Lebanon.”

“Rakyat dan Perlawanan akan memanfaatkan faktor penting ini, bersama dengan keteguhan di lapangan, untuk memaksa musuh menghentikan agresi dan keluar dari Lebanon.”

“Kami hanya melihat Pemerintah ini ketika beberapa anggotanya berbicara tentang monopoli senjata. Dalam dua hari terakhir saja di selatan, darah kami tumpah dan wanita serta anak-anak kami dibunuh oleh Israel. Tetapi kami bahkan tidak mendengar satu kata pun dari beberapa pejabat tersebut.”

“Siapa pun yang mampu memonopoli senjata, silakan lakukan. Kami hanya ingin mengatakan satu hal kepada mereka: Perlawanan akan tetap ada. Kalian akan kehilangan kekuasaan dan wewenang dalam Pemerintahan. Senjata kami akan tetap berada di tangan kami sendiri dan perlawanan kami akan terus berlanjut.”

Di akhir statemen, Fadlallah menyatakan bahwa Iran memiliki konsensus penuh untuk mendukung Perlawanan dan Lebanon. ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan meninggalkan Perlawanan dan rakyat Lebanon.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *