Mantan Dubes AS Sebut Iran Keluar dari Perang Lebih Kuat, Perhitungan Trump dan Netanyahu Dinilai Keliru
POROS PERLAWANAN — Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Daniel B. Shapiro mengakui bahwa Iran keluar dari perang dalam posisi yang lebih kuat daripada sebelum konflik berlangsung. Ia juga menilai perhitungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu soal Iran terbukti keliru.
Menurut laporan Mehr yang mengutip Financial Times pada Senin 22 Juni, Shapiro mengatakan bahwa Trump dan Netanyahu telah melebih-lebihkan kekuatan mereka sendiri serta menyia-nyiakan peluang strategis yang sebelumnya tersedia.
“Trump dan Netanyahu melebih-lebihkan kekuatan mereka dan menghilangkan posisi strategis terbaik yang telah tersedia,” ujarnya.
Shapiro juga menilai bahwa persetujuan Trump terhadap penandatanganan kesepakatan dengan Iran menunjukkan keinginan Washington untuk mengurangi keterlibatannya dan mengambil peran yang lebih terbatas di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, presiden Amerika Serikat berikutnya kemungkinan akan memiliki kesiapan yang lebih rendah untuk terlibat dalam konflik militer serupa.
Ia menambahkan bahwa Trump dan Netanyahu sebelumnya memperhitungkan kemungkinan munculnya gejolak internal di Iran setelah perang berakhir.
“Mereka mengira sistem yang berkuasa di Iran telah melemah dan berada di ambang keruntuhan. Namun, perkiraan tersebut terbukti keliru,” kata Shapiro.
Menurutnya, hasil yang terjadi justru berlawanan dengan ekspektasi tersebut.
“Iran keluar dari perang lebih kuat daripada masa sebelumnya, dan perang justru memperkokoh posisi negara itu,” ujarnya.
