Pengakuan Sekjen NATO Soal Pangkalan Italia Picu Tekanan Politik bagi Pemerintahan Meloni
POROS PERLAWANAN — Pernyataan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengenai penggunaan pangkalan militer di Italia oleh Amerika Serikat selama operasi militer terhadap Iran memicu polemik politik di Italia dan meningkatkan tekanan terhadap Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Menurut laporan IRNA yang mengutip Financial Times pada Kamis 25 Juni, Rutte mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa sejumlah negara anggota NATO di Eropa, termasuk Italia, secara diam-diam menyediakan pangkalan militer untuk mendukung operasi Amerika Serikat yang diberi nama “Epic Rage”.
Rutte mengeklaim sekitar 4.000 hingga 5.000 penerbangan Militer Amerika Serikat diberangkatkan dari pangkalan-pangkalan di Eropa selama operasi tersebut. Menurutnya, sekitar 500 di antaranya lepas landas dari pangkalan militer Amerika Serikat di Italia.
“Jika melihat Italia, sekitar 500 pesawat Amerika lepas landas dari pangkalan di negara itu untuk mendukung Operasi Epic Rage. Jumlah tersebut sangat besar,” ujar Rutte.
Pernyataan itu muncul ketika Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan mengkritik sejumlah sekutu Eropa, termasuk Perdana Menteri Giorgia Meloni, karena dinilai belum memberikan dukungan yang memadai terhadap operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pada saat yang sama, Pemerintah Amerika Serikat juga tengah melakukan peninjauan enam bulanan terhadap penempatan pangkalan, personel, dan persenjataan militernya di Eropa sebagai bagian dari penyesuaian strategi pertahanan yang semakin berfokus ke kawasan Asia.
Menanggapi pernyataan Rutte, Kementerian Pertahanan Italia menyatakan bahwa penjelasan Sekretaris Jenderal NATO tersebut memberikan gambaran yang “menyesatkan”. Pemerintah Italia menegaskan bahwa aktivitas yang diizinkan di pangkalan-pangkalan militer hanya terbatas pada dukungan teknis dan logistik non-tempur sesuai dengan perjanjian yang berlaku.
Kementerian itu juga menyatakan setiap permintaan di luar ketentuan tersebut telah ditolak oleh Pemerintah Italia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto mengatakan Pemerintah tidak mengizinkan pesawat tempur Amerika Serikat yang menuju Iran melakukan pengisian bahan bakar di Pangkalan Udara Sigonella, Sisilia. Perdana Menteri Giorgia Meloni juga menyatakan di hadapan parlemen bahwa Italia tidak mendukung maupun berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran.
Meski demikian, partai-partai oposisi kini mendesak Meloni memberikan penjelasan di parlemen mengenai dugaan keterlibatan Italia dalam operasi udara Amerika Serikat terhadap Iran.
Penanggung Jawab Kebijakan Luar Negeri Partai Demokrat Italia, Giuseppe Provenzano mengatakan Meloni sebelumnya meyakinkan parlemen bahwa Italia tidak akan terlibat dalam konflik tersebut. Namun, menurutnya, pernyataan Rutte memunculkan pertanyaan baru mengenai keberangkatan sedikitnya 500 pesawat militer Amerika Serikat dari wilayah Italia.
Sejumlah tokoh oposisi lainnya juga menuduh Pemerintah menyembunyikan informasi dan mempertanyakan dugaan keterlibatan Italia dalam operasi militer terhadap Iran tanpa persetujuan parlemen.
Hingga laporan ini ditulis, kantor Perdana Menteri Italia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait polemik tersebut.
