Analis Turki: Membendung Ambisi Israel Jadi Kepentingan Keamanan Nasional Ankara
POROS PERLAWANAN — Analis politik Turki, Firas Ridwan Oglu menilai pembendungan ambisi strategis Israel telah menjadi bagian dari kepentingan keamanan nasional Turki. Meski demikian, ia memandang kemungkinan konfrontasi militer langsung antara Ankara dan Tel Aviv kecil kemungkinannya.
Menurut laporan IRNA yang mengutip Kantor Berita Shehab pada Kamis 25 Juni, Ridwan Oglu mengatakan kawasan Timur Tengah saat ini tengah mengalami persaingan strategis dan intelijen antara Turki dan Israel, terutama setelah perubahan dinamika akibat konflik di Lebanon dan Suriah.
Ia menilai Israel berupaya memperkuat pengaruhnya di Kawasan, sehingga mendorong Turki memasuki persaingan geopolitik yang semakin intens. Menurutnya, kondisi tersebut telah mengubah keseimbangan kekuatan regional dan meningkatkan ketegangan di antara kedua pihak.
Meski demikian, Ridwan Oglu berpendapat bahwa konfrontasi militer secara langsung tidak akan terjadi. Menurutnya, membendung ambisi Israel merupakan kebutuhan strategis bagi keamanan nasional Turki, sementara persaingan yang berlangsung saat ini lebih bersifat politik, intelijen, dan perebutan pengaruh daripada konflik bersenjata.
Ia juga menilai posisi Turki sebagai anggota NATO menjadi salah satu faktor yang mengurangi kemungkinan terjadinya konfrontasi militer. Selain memiliki Angkatan Bersenjata yang besar, Turki juga merupakan bagian dari aliansi pertahanan yang memiliki mekanisme pertahanan kolektif.
Ridwan Oglu mengatakan kepemimpinan Turki memandang dinamika dengan Israel sebagai persaingan politik dan pengaruh, bukan konflik militer. Karena itu, ia memperkirakan situasi tidak akan berkembang menjadi bentrokan bersenjata.
Menurutnya, serangan terhadap negara anggota NATO akan memicu respons dari negara-negara anggota aliansi tersebut. Faktor tersebut, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan yang dipahami Israel.
Mengomentari pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengenai Rezim Israel, Ridwan Oglu menilai sikap tersebut mencerminkan penolakan yang semakin tegas terhadap kebijakan Kabinet Israel saat ini. Ia mengatakan pesan itu ditujukan bukan hanya kepada Israel, tetapi juga kepada Amerika Serikat.
Ridwan Oglu menambahkan bahwa dalam perspektif strategi keamanan Turki, pengaruh dan ambisi Israel dipandang perlu dibatasi karena dinilai memiliki dampak langsung terhadap kepentingan keamanan nasional negara tersebut.
