Komandan Pertahanan Udara Iran: Musuh Tidak Patuhi Nilai Kemanusiaan dan Hukum Internasional
POROS PERLAWANAN — Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya sekaligus Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Alireza Elhami menyatakan bahwa Iran saat ini menghadapi musuh yang, menurutnya, tidak menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan, moral, maupun hukum internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Elhami saat mengunjungi keluarga Syahid A’zami dan Syahid Soltani, dua personel Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran yang gugur, di Tabriz pada Kamis 25 Juni, sebagaimana dilaporkan IRNA.
Dalam kesempatan itu, Elhami menyampaikan belasungkawa atas datangnya bulan Muharam sekaligus mengenang para syuhada yang gugur dalam perang yang oleh Pemerintah Iran disebut sebagai “Perang Pemaksaan Ketiga”. Ia menyebut para syuhada pertahanan udara sebagai prajurit beriman yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan dalam menjaga langit Iran.
“Republik Islam Iran saat ini berhadapan dengan para pelaku kejahatan yang paling dibenci di dunia, musuh-musuh yang tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan, moral, maupun hukum internasional,” ujar Elhami.
Ia mengatakan personel Pertahanan Udara Iran tetap menjalankan tugas meskipun menyadari setiap saat dapat menjadi sasaran serangan. Menurutnya, pengorbanan mereka menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan, keamanan, dan keteguhan negara.
Elhami juga menekankan pentingnya peran keluarga para syuhada. Ia menyatakan para syahid dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menjadi teladan dalam kesabaran, keteguhan, dan pengorbanan.
Menurut Elhami, memberikan perhatian kepada keluarga para syuhada merupakan kehormatan bagi para komandan maupun seluruh personel Angkatan Bersenjata Iran sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka.
