Pezeshkian Ajak Masyarakat Tolak Kezaliman dan Teladani Imam Husein
POROS PERLAWANAN — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengajak masyarakat menjadikan ajaran Imam Husein a.s. sebagai pedoman dalam menghadapi kezaliman, godaan kekuasaan, dan kepentingan pribadi. Seruan itu disampaikan melalui akun resminya di platform X pada momentum bulan Muharam, sebagaimana dilaporkan Farsnews Agency pada Kamis 25 Juni.
Dalam unggahannya, Pezeshkian mengutip sebuah hikmah tentang kefanaan dunia dan keabadian akhirat.
“Dunia seakan-akan tidak pernah ada, sedangkan akhirat seolah selalu ada”.
Mengacu pada perjuangan Imam Husein a.s. di Karbala, Pezeshkian menegaskan bahwa nilai utama Asyura adalah keberanian mempertahankan kebenaran meskipun harus menghadapi tekanan, kesendirian, atau pengorbanan.
“Imam Husein mengajarkan kepada kita untuk berdiri melawan kezaliman, godaan kekuasaan, dan kepentingan pribadi. Nyawa boleh dikorbankan, tetapi kemerdekaan tidak. Seseorang boleh tetap sendirian, tetapi tidak boleh meninggalkan kebenaran”, tulisnya.
Pezeshkian kemudian merangkum pesan moral Imam Husein dalam tiga prinsip yang dinilainya tetap relevan hingga kini.
“Kita tidak boleh berbuat zalim, tidak boleh menerima kezaliman, dan tidak boleh berdiam diri di hadapan kezaliman”, tegasnya.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan pesan universal Asyura bahwa perjuangan Imam Husein bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan sumber inspirasi bagi keberanian moral, penegakan keadilan, dan penolakan terhadap segala bentuk penindasan.
