Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

CBS News: Militer AS Sensor Tingkat Keparahan Cedera para Serdadunya dalam Perang Lawan Iran

POROS PERLAWANAN – Menurut laporan sebuah media Amerika, tentara yang terluka dan keluarga mereka menuduh Militer AS mengecilkan tingkat keparahan cedera perang yang mereka alami.

Fars memberitakan, ketika ditanya tentang korban dalam konflik di tengah agresi militer ke Iran, Menteri Perang AS, Pete Hegseth memberi tahu wartawan bahwa “hampir 90%” dari 400 tentara AS yang terluka “hanya mengalami cedera ringan dan telah kembali bertugas setelah menjalani perawatan.”

Namun, sekarang, beberapa tentara yang terluka mengatakan kepada CBS News bahwa cedera mereka jauh lebih serius daripada sebutan resmi yang diberikan Militer kepada mereka.

Rodney Bearman, seorang perwira senior, terluka pada jam-jam awal perang pada 1 Maret, ketika sebuah pesawat nirawak Iran menargetkan lokasi penempatannya di Kuwait. Serangan itu menyebabkan beberapa pecahan peluru bersarang di tubuhnya.

Dokumen medis yang ditinjau oleh CBS News menunjukkan, dia juga menderita trauma kepala, penurunan pendengaran dan penglihatan, serta kerusakan paru-paru. Namun, Militer mengklasifikasikan kondisinya sebagai “tidak ada cedera serius”. Istrinya, Amy Bearman, dalam sebuah wawancara dengan CBS News mengatakan, “Penilaian ini tidak dapat diterima.”

Bearman (57 tahun) adalah salah satu dari lebih dari 20 orang yang terluka dalam serangan paling mematikan dalam konflik tersebut. Keluarga Bearrman juga termasuk di antara beberapa keluarga yang memberi tahu CBS bahwa karena alasan yang tidak diketahui, Militer AS tidak memperlakukan mereka sebagai korban perang.

Beberapa tentara yang terluka mengatakan bahwa menurut pengumuman Militer AS, mereka dinyatakan siap untuk bertugas. Tetapi “tugas” ini mencakup perintah untuk pemulihan dari cedera dan trauma di “Unit Pemulihan Militer Khusus”, bukan kembali ke pangkalan dan medan pertempuran.

Seorang Juru Bicara Pentagon menolak klaim ini. Dia mengatakan kepada CBS bahwa para tentara di Unit Pemulihan tidak dihitung sebagai mereka yang telah kembali bertugas.

Sersan Satu Cory Hicks (37 tahun) menderita luka parah akibat serangan rudal dan pesawat nirawak Iran. Dia menjalani beberapa operasi darurat di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dia mengatakan bahwa setelah serangan itu, seorang pejabat militer memberi tahu istrinya bahwa cederanya “ringan”. Hicks berkata,”Mereka memberi tahu dia bahwa suami Anda terluka, mengalami cedera ringan pada rahang, dan akan kembali bertugas.”

Dia mengatakan kepada CBS, dia “sepenuhnya” yakin bahwa Militer dan Pentagon berusaha mengecilkan kejadian tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada CBS News, Militer AS sangat menentang klaim ini. Mereka mengeklaim bahwa label seperti “tidak ada cedera serius” dan “korban perang” memiliki definisi yang jelas yang disalahartikan oleh keluarga. Juru bicara Militer, dengan mengutip protokol militer, menjelaskan bahwa seorang tentara yang diklasifikasikan sebagai “terluka parah” atau “terluka sangat parah” adalah seseorang yang berisiko meninggal akibat cederanya dalam waktu 72 jam.

Istri Bearman menceritakan momen ketika dia diberi tahu tentang cedera suaminya. Ia mengatakan, “Mereka memberi tahu saya bahwa cedera suami saya diklasifikasikan sebagai NSI (Tidak Ada Cedera Serius). Mereka mendefinisikannya bahwa dia tidak terluka parah, telah menerima perawatan, dan dikembalikan untuk bertugas.”

Tetapi cedera suaminya lebih buruk daripada apa yang diumumkan Militer kepadanya. Dokumen medis menunjukkan, dokter mencatat bahwa Bearman mungkin harus tinggal di rumah sakit Kuwait lebih lama, tetapi Militer memulangkannya karena masalah keamanan.

Hicks juga diterbangkan ke Pusat Medis Landstuhl di Jerman setelah kondisinya stabil. Kemudian dia dipindahkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Maryland, di mana dia memerlukan rawat inap dan perawatan selama beberapa minggu.

Sekarang, hampir empat bulan telah berlalu sejak serangan tersebut, namun dia masih berada di Walter Reed, di Unit Pemulihan Tentara, dengan cedera otak traumatis yang “cukup parah” dan diperkirakan akan tinggal di sana setidaknya selama enam bulan lagi.

Mayor Rodney Bearman kembali ke Amerika Serikat pada 18 Maret, saat masih terluka dan masih memiliki pecahan peluru di tubuhnya. Bearman kemudian meminta untuk dipindahkan ke Unit Pemulihan Militer di Fort Bragg, North Carolina, yang dapat ditempuh dengan berkendara dari rumah mereka di West Virginia.

Pada 26 Maret, seorang senator dari Partai Republik, Shelley Moore Capito, menulis surat kepada Militer AS atas nama Bearman. Dia menuntut klarifikasi dan jawaban tentang apa yang terjadi padanya di Kuwait dan meminta penjelasan mengapa istrinya diberi tahu bahwa dia “tidak terluka parah”.

Namun, hampir dua bulan kemudian, pada 13 Mei, Mayor Jenderal Michael J. Linney menanggapi Capito dan Birman serta membela penggunaan label “tidak ada cedera serius”.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *