Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Dalih Terbaru Israel Ingkari Kesepakatan dengan Pemerintah Lebanon

POROS PERLAWANAN – Setelah penandatanganan perjanjian awal antara Pemerintah Lebanon dan Rezim Zionis dengan dalih mengakhiri perang, para pimpinan Israel setiap hari mencari alasan baru untuk tidak memenuhi kewajiban mereka.

Diberitakan Fars, Badan Radio dan Televisi Israel menyatakan bahwa pada hari Senin 6 Juli, Tel Aviv telah memberikan daftar mengenai para komandan Militer Lebanon kepada pejabat negara tersebut.

Menurut media Zionis ini, para pejabat Israel mengatakan bahwa mereka menentang kehadiran beberapa komandan senior Militer Lebanon di wilayah selatan negara itu. Pihak Zionis mengeklaim, beberapa komandan ini telah memberikan sejumlah informasi rahasia kepada Hizbullah. Oleh karena itu, mereka tidak boleh hadir di wilayah selatan.

Setelah perjanjian awal dengan Pemerintah Lebanon, Rezim Zionis mengerahkan seluruh upayanya untuk menyeret Militer negara ini ke dalam perang melawan Hizbullah.

Mengutip dari sejumlah sumber militer tingkat tinggi, baru-baru ini surat kabar al-Jumhuriya bahwa Militer Lebanon secara tegas menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik apa pun dengan Hizbullah. Militer Lebanon menganggap “perdamaian internal” sebagai garis merah mereka, dan masalah inilah yang memicu kemarahan pihak Zionis.

Sumber-sumber ini mengatakan, wilayah eksperimental menurut Militer Lebanon adalah wilayah yang berada di bawah pendudukan Israel. Maksud dari wilayah eksperimental adalah agar Militer Israel mundur secara terbatas dari wilayah pendudukan tersebut dan menyerahkan kendalinya kepada Militer Lebanon.

Menurut sumber-sumber tersebut, selama negosiasi Pemerintah Lebanon dengan Rezim Zionis, ketika delegasi Militer Lebanon bersikeras pada rencana ini, pihak Israel tiba-tiba beralih untuk memperluas apa yang mereka sebut sebagai “garis kuning” di peta mereka dan menambahkan perbukitan “Ali al-Tahir” ke dalamnya. Padahal, wilayah-wilayah tersebut belum diduduki oleh Militer Zionis.

Sumber-sumber Lebanon mengatakan, tujuan pihak Zionis adalah untuk mendorong Militer Lebanon memasuki zona yang dipasangi ranjau tersebut dan terlibat konflik dengan Hizbullah. Dengan demikian, Militer Israel tidak menderita kerugian apa pun atau berada dalam bahaya. Tentu saja, delegasi militer Lebanon sepenuhnya menolak hal tersebut.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun pada Senin kemarin mengkritik kelanjutan pendudukan oleh Militer Zionis di selatan negara ini dan mengatakan bahwa pelanggaran ini tidak boleh berlanjut.

Presiden Lebanon pro-Barat ini mengakui: “Harus ada tekanan yang diberikan kepada Israel untuk mundur dari wilayah pendudukan di Lebanon; karena pendudukan yang terus berlanjut menyebabkan legitimasi Pemerintah dipertanyakan, mencegah penempatan Militer, dan akibatnya menghalangi pencapaian perdamaian yang abadi dan adil.”

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *