Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Ada Skenario Apa Saja di Balik Pengunduran Diri Menlu Lebanon?

Ada Skenario Apa Saja di Balik Pengunduran Diri Menlu Lebanon?

POROS PERLAWANAN – Biasanya, pengunduran diri seorang menteri di Lebanon cukup mengherankan. Apalagi jika ia menempati sebuah posisi penting, seperti Menteri Luar Negeri (Menlu). Namun, pengunduran diri Menlu Lebanon Nassif Hitti dibarengi dengan sejumlah bukti, yang berkaitan dengan rencana dan skenario yang bisa jadi disaksikan Lebanon dalam waktu dekat.

Dilansir al-Alam, terkait pengunduran diri Hitti, harus dikatakan bahwa kinerjanya sebagai Menlu Lebanon dalam merefleksikan keabsahan Pemerintah Lebanon tidak memuaskan, termasuk terkait hak Lebanon untuk melawan agresi dan invasi.

Kinerja Hitti dalam masalah statemen Dubes AS, Dorothy Shea, dan campur tangannya dalam masalah internal Lebanon juga sama-sama tidak meyakinkan. Dia juga tidak menunjukkan sikap tegas pasca serangan Rezim Zionis beberapa hari lalu ke kawasan selatan Lebanon.

Namun, pengunduran dirinya tetap saja memicu pertanyaan tentang latar belakang dan pemilihan waktunya kali ini.

Aktivitas politik Hitti dibangun berdasarkan hubungannya dengan Prancis dan AS. Sepertinya dia sangat loyal terhadap kawan-kawan Prancisnya. Ini bisa dilihat dari ketidaksukaannya melihat sikap Pemerintahan Hassan Diab terhadap lawatan Menlu Prancis ke Beirut dan penentangannya kepada syarat-syarat yang diajukan Paris untuk memberi bantuan ekonomi kepada Lebanon.

Pengunduran diri Hitti di tahap ini sama sekali bukan demi kepentingan Lebanon, sebagaimana yang ia klaim dalam statemen pengunduran dirinya. Bahkan, pengunduran diri ini lebih bersifat emosional daripada realistis. Sebab itu, setiap warga Lebanon berhak tahu apa alasan pengunduran diri tersebut.

Perlu disebutkan bahwa pengunduran diri Hitti (yang dekat dengan Barat, terutama Prancis dan AS) diumumkan beberapa hari sebelum dirilisnya vonis final pengadian internasional terkait teror mantan PM Lebanon, Rafiq al-Hariri.

Ini bukan kejadian biasa, sebab vonis ini akan memiliki beberapa konsekuensi, karena bisa jadi ada tudingan yang akan dilayangkan terkait keterlibatan Hizbullah dalam teror tersebut. Namun yang penting adalah tujuan dari tuduhan-tuduhan kosong ini, yaitu memicu gejolak di Lebanon dengan mempropagandakan bahwa Pemerintah saat ini “tunduk” kepada Hizbullah.

Tujuan skenario ini adalah serangan terhadap Pemerintah, sehingga Lebanon mesti menghadapi dua pilihan sulit: (1) Pemerintahan Diab mesti mundur dan akan ada tekanan untuk mengembalikan Saad al-Hariri sebagai Perdana Menteri dengan iming-iming bantuan dari AS, Eropa, Saudi, dan UEA; (2) Lebanon akan mengalami kekosongan kekuasaan, sehingga negara tidak akan terkendali dan lembaga-lembaga konstitusional negara akan terancam.

Dari sisi administrasi dan politik, pengunduran Hitti tidak penting. Hal yang penting adalah bahwa aksi pengunduran diri ini menunjukkan upaya sebagian pihak untuk melumpuhkan Lebanon. Tujuannya adalah agar AS dan sekutunya bisa menjauhkan Hizbullah dari Pemerintahan, serta mendiktekan kebijakan-kebijakan khusus terhadap Pemerintah Lebanon mendatang yang tunduk di hadapan Washington dan deposito-deposito Saudi di bank-bank Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *