Loading

Ketik untuk mencari

Opini

‘Ambil Hati’ Kaum Muda Demi Takhtanya, Bin Salman Ciptakan Dekadensi Moral di Tengah Masyarakat Saudi

'Ambil Hati' Kaum Muda Demi Takhtanya, Bin Salman Ciptakan Dekadensi Moral di Tengah Masyarakat Saudi

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Badan Yudikatif Saudi baru-baru ini merilis hukum yang membolehkan wanita keluar rumah tanpa izin.

Sebagian pihak menilai, hukum ini adalah “hadiah” Muhammad bin Salman bagi para wanita Saudi. Di sisi lain, sebagian orang menyebut hukum tersebut sebagai faktor runtuhnya bangunan keluarga di negara tersebut.

Hukum ini dirilis di saat Putra Mahkota Saudi menyita aset keluarga Kerajaan demi kepentingannya, menggencet para penentangnya, dan melenyapkan siapa saja yang dianggap sebagai ancaman bagi takhtanya di masa depan.

Demi memperkuat takhtanya, Bin Salman berupaya mengambil hati kawula muda dengan cara apa pun, bahkan meski cara itu menciptakan dekadensi moral di tengah masyarakat Saudi.

Menurut para pakar, andai Bin Salman benar-benar bersimpati kepada generasi muda Saudi, kenapa dia tidak menciptakan peluang kerja bagi mereka? Meski hal ini tentu sangat sulit diwujudkan lantaran gagalnya kebijakan-kebijakan ekonomi Bin Salman, terutama berkurangnya pemasukan minyak Saudi hingga 90 persen.

Mereka mengatakan, atas sebab inilah bisa dipahami kenapa Bin Salman membuka jalan bagi para wanita tanpa hijab ke Saudi dengan membangun klub-klub malam, menggerus tradisi Saudi dengan dalih memberikan hak kaum wanita, dan memenjarakan wanita mana pun yang ingin berpegang dengan tradisi nenek moyang.

Para pakar mengatakan, aturan baru yang disebut media-media pro Bin Salman sebagai “kemenangan terbesar bagi wanita Saudi”, sebenarnya merupakan upaya Putra Mahkota untuk mengambil hati kawula muda, meski harus mengorbankan fondasi keluarga dan masyarakat.

Mereka menilai, dengan langkah-langkah semacam ini, Bin Salman ingin mengalihkan perhatian opini umum Saudi dari kenaikan pajak pertambahan nilai sebesar 15 persen, mahalnya harga bensin, dan tuntutan para pemuda untuk mengatasi problem pengangguran, terutama di tengah kalangan berpendidikan. Sebagian dari mereka dikabarkan telah membakar ijazah, lantaran gusar setelah sekian lama tak kunjung mendapat pekerjaan.

Sebab itu, para pemuda Saudi membuat tagar #al-Qadha_Yusqith_al-Taghayyub dan menasihati Bin Salman, bahwa sebaiknya dia menciptakan lapangan kerja agar para pemuda bisa hidup, daripada membolehkan wanita keluar rumah tanpa izin, itu pun tanpa mendapatkan pemasukan.

Tags: