Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah Sindir Prediksi Melenceng Washington yang Semula Yakin ‘Mampu Taklukkan Yaman dalam Sebulan’

Ansharullah Sindir Prediksi Melenceng Washington yang Semula Yakin 'Mampu Taklukkan Yaman dalam Sebulan'

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menyatakan bahwa perlawanan rakyat Yaman telah menggagalkan semua rencana seluruh pihak agresor dan para pendukungnya, terutama AS.

Dilansir Fars, al-Bukhayti menegaskan bahwa operasi Tentara dan Komite Rakyat Yaman untuk membebaskan Ma’rib masih terus berlanjut.

Terkait perkembangan di Provinsi Ma’rib dan kawasan-kawasan lain di Yaman, al-Bukhayti menyebut negara-negara agresor sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya konflik akhir-akhir ini.

Menurutnya, rakyat Yaman tidak memiliki pilihan selain melawan Koalisi Agresor.

Al-Bukhayti menilai perjuangan rakyat Yaman sulit dicari padanannya dalam sejarah.

Sehubungan dengan pentingnya perang di Ma’rib, ia mengatakan, ”Provinsi ini penting karena memiliki sumber-sumber minyak. Ma’rib juga merupakan Ibu Kota bersejarah Yaman.”

Menyindir peran AS di perang Yaman, al-Bukhayti berkata, ”AS sejak awal memprediksi bahwa pertempuran hanya akan berlangsung satu bulan. Namun hal ini tidak terjadi (dan berlangsung hingga 6 tahun).”

Anggota Ansharullah berpendapat, Koalisi Saudi telah memasuki “pertempuran di nafas terakhir”. Menurutnya, perkembangan besar yang terjadi menguntungkan para pendukung kepentingan Yaman, alih-alih negara-negara agresor.

Al-Bukhayti menyatakan bahwa meningkatnya konflik di front-front lain oleh Koalisi Saudi ada kaitannya dengan pertempuran penting di Ma’rib.

“Negara-negara agresor sengaja meningkatkan tensi militer di front-front lain guna menutupi pertempuran yang terjadi di Ma’rib,” tandasnya.

Terkait pasukan yang bertempur di pihak Mansour Hadi, al-Bukhayti mengungkap bahwa sebagian dari mereka yang bertempur di perbatasan sebenarnya ingin mundur saja jika tak ada penghalang.

Ia menegaskan, mayoritas penduduk Ma’rib menentang Koalisi Saudi. Di lain pihak, ISIS, al-Qaeda, AS, dan Koalisi Saudi bertempur di pihak yang sama.

Tentara dan Komite Rakyat Yaman telah meraih banyak kemenangan dalam operasi pembebasan Ma’rib dan kian mendekati kota tersebut.

Demi mengurangi tekanan atas pasukannya, baru-baru ini Koalisi Saudi telah menyulut pertempuran di beberapa titik, seperti al-Hudaydah (kawasan yang seharusnya memberlakukan gencatan senjata sesuai Perjanjian Oslo) dan Taiz.

Tags:

2 Komentar

  1. Abdullah Hasyim Maret 15, 2021

    I am yamanii 🙂💪

    Balas
  2. oxvow.com Maret 24, 2021

    fabulous post, i love it

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *