Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Anti Iran Pakai Dalih Bela HAM, Statemen Wakil AS untuk PBB Jadi Bahan Olokan

Anti Iran Pakai Dalih Bela HAM, Statemen Wakil AS untuk PBB Jadi Bahan Olokan

POROS PERLAWANAN – Upaya Wakil AS di PBB, Kelly Craft, untuk menjustifikasi tindakan kontra Iran-nya dengan polesan pembelaan HAM, justru jadi sasaran olok-olok publik. Sebagian besar pengamat mengingatkan Craft, bahwa AS tidak selaras dalam ucapan dan tindakan.

Dilansir Fars, Craft membela usaha Washington untuk memulihkan sanksi atas Teheran. Berlagak sebagai pembela HAM, pada hari Selasa lalu dia mencuit, ”AS tidak akan meninggalkan rakyat Iran dan Kawasan”.

“Kami tidak akan membiarkan Iran, selaku penyokong terorisme nomor satu di dunia, untuk memperjual-belikan senjata-senjata perang secara leluasa”, imbuhnya.

Menanggapi terisolasinya kembali AS usai Ketua Dewan Keamanan PBB menolak permintaan Washington, Craft mengklaim bahwa mayoritas anggota Dewan Keamanan “bersama para teroris”.

Cuitan Craft pun direspons netizen. Para pengguna Twitter mengatakan, statemen Craft tidak selaras dengan intervensi militer AS di Kawasan, juga pengkhianatan Washington terhadap para sekutunya dan komunitas industri militer AS.

Seorang netizen mengingatkan Craft soal sanksi AS yang menyebabkan tekanan atas rakyat Iran di masa pandemi Corona. Ia menyebut AS menginvasi negara-negara merdeka dan merupakan penjual senjata terbesar ke Timur Tengah.

Netizen lain menyinggung tertutupnya bantuan medis untuk Iran akibat sanksi AS, dan bahwa negara lain mesti memediasi agar Teheran bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Seorang jurnalis dan analis keamanan AS, Gareth Porter menyatakan bahwa AS menuding Iran tidak berkomitmen dengan JCPOA, padahal Washington sudah keluar dari kesepakatan ini tahun 2018 lalu.

“Pemerintahan Trump tengah memamerkan puncak arogansi AS di hadapan kesepakatan-kesepakatan internasional”, cuitnya.

Dilansir stasiun televisi RTV, jurnalis PBB, Mark Leon Goldberg mengatakan bahwa Craft menyalahkan para sekutu AS, karena mereka dianggap tidak optimal dalam memerangi Iran.

“Wakil AS di PBB mengatakan bahwa Britania, Jerman, dan Prancis adalah pendukung terorisme”, cuitnya.

Craft gusar bukan main usai Indonesia, selaku Ketua Sementara Dewan Keamanan, menyatakan tidak ada kemufakatan untuk memulihkan sanksi atas Iran. Craft mengklaim, Pemerintahan Trump “tidak takut hanya memiliki sedikit pendukung dalam masalah ini”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *