Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Assad Kecam Pengakuan Trump yang Berniat Membunuhnya sebagai ‘Modus Operandi Khas Amerika’

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengecam presiden AS Donald Trump, atas niat untuk membunuhnya, dengan mengatakan bahwa pembunuhan bukanlah hal baru melainkan alat kebijakan khas Amerika.

Assad bereaksi terhadap pengakuan terbuka Trump bulan lalu bahwa dia bermaksud membunuh Assad setelah dugaan serangan kimia pada tahun 2017 yang dituduhkan kepada Damaskus oleh Washington, tetapi Trump membatalkan keputusannya karena ditentang oleh Menteri Pertahanan AS saat itu, James Mattis.

“Pembunuhan adalah modus operandi Amerika. Itulah yang mereka lakukan sepanjang waktu -selama beberapa dekade, di mana saja, di berbagai wilayah di dunia ini. Ini bukanlah sesuatu yang baru,” kata Assad dalam sebuah wawancara dengan Sputnik Rusia yang diterbitkan pada hari Rabu.

Presiden Suriah itu mengatakan bahwa eksistensi rencana pembunuhan yang direncanakan oleh AS “terbukti dengan sendirinya” dan “selalu ada, untuk alasan yang berbeda”.

Pemimpin Suriah itu mencatat bahwa upaya pembunuhan adalah ciri khas perilaku umum AS, dengan mengatakan, “tidak ada yang akan menghalangi Amerika Serikat untuk melakukan tindakan atau tindakan keji semacam ini kecuali ada keseimbangan internasional di mana Amerika Serikat tidak dapat lolos dari kejahatannya…”

“Jika tidak, [AS] akan melanjutkan tindakan semacam ini di berbagai wilayah dan tidak ada yang akan menghentikannya,” kata Assad.

Pengakuan Trump bulan lalu bertentangan dengan pernyataannya pada 2018 bahwa pembunuhan Assad “tidak pernah dipikirkan”.

Klaim tersebut diangkat dalam sebuah buku yang ditulis oleh reporter Amerika Bob Woodward, yang pada tahun 2018 ditolak oleh Trump sebagai “fiksi total”.

Tags: