Berlanjutnya Sikap Pasif Guterres Terkait Agresi AS ke Iran
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal pasif PBB, Antonio Guterres sekali lagi menunjukkan reaksi pasif pada Kamis dini hari 11 Juni terhadap agresi Militer Amerika terhadap Republik Islam Iran.
“Timur Tengah semakin terperosok ke dalam krisis, dan dampaknya meluas melampaui Kawasan,” cuit Guterres di laman platform X, Fars memberitakan.
Dia, yang bahkan tidak berani menyebut AS dan Rezim Zionis dalam pernyataannya, mengatakan, “Minggu ini telah membawa serangan yang lebih luas dan semakin memburuknya situasi, di mana gencatan senjata lebih mirip jual beli serangan yang lebih sedikit.”
“Kita tidak boleh meremehkan risiko tukar serangan skala kecil yang meningkat menjadi konflik besar-besaran. Semua pihak harus berupaya mencapai kesepakatan diplomatik.”
Sebelum ini, pada Senin malam, Guterres telah menyatakan keprihatinannya atas jual beli serangan antara Iran dan Rezim Israel. Dia menyerukan pembukaan kembali segera semua perlintasan Jalur Gaza.
Pada Kamis dini hari ini, media-media Arab melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di Yordania.
Sumber-sumber tersebut melaporkan, sistem pertahanan udara Yordania diaktifkan saat rudal-rudal Iran menyerang pangkalan teroris AS.
Media Irak Saberin News melaporkan, ledakan besar terjadi di pangkalan al-Azraq dan Muwaffaq al-Salti, yang digunakan oleh Militer AS di Yordania.
Beberapa menit kemudian, sumber-sumber Arab mengatakan bahwa pangkalan-pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain, mendesak warga untuk tetap tenang dan berpindah ke area aman terdekat.
Staf Umum Militer Kuwait mengeklaim, sistem pertahanan udaranya telah menyerang target udara musuh.
Media-media Arab melaporkan, Pangkalan Udara Ali al-Salem, yang merupakan lokasi penempatan pasukan Amerika, menjadi sasaran rudal dan drone Iran.
Menurut sumber-sumber tersebut, ledakan di fasilitas tersebut begitu dahsyat sehingga suaranya terdengar di wilayah perbatasan Irak. Para saksi mata menyaksikan asap serta api membubung ke langit.
