Bulan Sabit Merah Iran Serahkan Dokumen Kejahatan Perang AS-Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
POROS PERLAWANAN — Bulan Sabit Merah Iran menyerahkan puluhan berkas dokumentasi terkait dugaan kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel selama konflik terakhir terhadap Iran kepada sejumlah lembaga internasional, termasuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi hak asasi manusia, serta lembaga bantuan kemanusiaan internasional.
Menurut laporan Press TV pada Rabu 24 Juni, Ketua Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Koulivand menyatakan bahwa sebanyak 35 dokumen telah disusun dan diserahkan kepada otoritas internasional untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Dokumen-dokumen tersebut memuat data mengenai kerusakan dan serangan terhadap berbagai fasilitas sipil, termasuk kawasan permukiman, pusat perdagangan, universitas, sekolah, fasilitas pendidikan, rumah sakit, gedung Bulan Sabit Merah, bandara, infrastruktur publik, jembatan, depot bahan bakar, ambulans, kendaraan bantuan, hingga helikopter yang menjadi sasaran serangan.
Koulivand menegaskan bahwa seluruh peristiwa didokumentasikan secara sistematis sejak awal konflik. Selain menjalankan misi penyelamatan dan evakuasi korban, tim Bulan Sabit Merah juga ditugaskan mengumpulkan bukti lapangan berupa foto, video, dan laporan yang dapat digunakan dalam proses hukum internasional.
“Seluruh dokumen disusun berdasarkan standar hukum dan ketentuan internasional serta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia, Arab, dan Inggris,” ujarnya.
Menurutnya, bukti visual berupa rekaman video dan foto turut dilampirkan bersama laporan tertulis yang telah disampaikan kepada berbagai lembaga internasional.
Dalam sejumlah pertemuan dengan pejabat PBB dan perwakilan organisasi Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah dari berbagai negara, Koulivand mengaku telah memaparkan kerusakan yang terjadi pada infrastruktur sipil dan pusat layanan publik akibat serangan tersebut.
Ia mengatakan dokumentasi korban sipil, terutama anak-anak, mendapat perhatian serius dari peserta pertemuan dan memunculkan reaksi yang kuat terkait dampak kemanusiaan perang.
Koulivand juga menyebut tim penyelamat Bulan Sabit Merah berhasil mengevakuasi ribuan warga sipil dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Menurutnya, sejumlah perwakilan organisasi internasional memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulan Sabit Merah Iran selama masa konflik. Beberapa di antaranya bahkan menyebut organisasi tersebut sebagai salah satu lembaga kemanusiaan nasional yang paling efektif dalam menangani situasi darurat berskala besar.
Ia menambahkan bahwa sejumlah peserta pertemuan menilai serangan terhadap sasaran sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan menekankan pentingnya tindak lanjut hukum melalui forum-forum internasional. Sejumlah organisasi juga disebut telah menyatakan kesediaannya untuk menyusun laporan independen guna mendukung proses tersebut.
Langkah Bulan Sabit Merah Iran ini menjadi bagian dari upaya Teheran membawa dampak kemanusiaan perang ke ranah hukum internasional. Selain menyoroti kerusakan fisik yang ditimbulkan konflik, Iran juga berupaya membangun dasar hukum untuk menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menurutnya menyasar warga sipil dan fasilitas nonmiliter.
