Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Demi Tutupi Skandal Ivanka, Trump Bela Bin Salman dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Demi Tutupi Skandal Ivanka, Trump Bela Bin Salman dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

POROS PERLAWANAN – Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton mengungkap motif Donald Trump membela Putra Mahkota Saudi, yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dikutip Fars dari Middle East Eye, dalam buku Bolton disebutkan bahwa Trump merilis statemen kontroversial untuk membela Muhammad bin Salman. Menurut Bolton, tujuan perilisan statemen itu adalah mengalihkan perhatian opini umum dari skandal putrinya, Ivanka Trump.

“Jika saya sendiri yang membacakan statemen ini, skandal Ivanka tidak akan terungkap. Hal ini akan mengalihkan perhatian dari Ivanka,” tulis Bolton mengutip dari Trump.

Di masa itu, Ivanka mengirim ratusan surel kepada staf Gedung Putih dan pejabat negara melalui akun pribadinya. Perbuatan ini adalah pelanggaran UU Dokumen Federal.

Bolton membeberkan, pengalihan perhatian dari Ivanka begitu urgen bagi Trump, sehingga ia tetap membela Bin Salman, meski CIA sudah merilis statemen terkait keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam pembunuhan Khashoggi.

Selain CIA, laporan medis PBB juga mengungkap “bukti-bukti yang bisa diandalkan” sehubungan dengan peran Bin Salman, juga para pejabat senior Saudi, dalam tewasnya jurnalis Washington Post itu.

Dalam bagian lain bukunya, Bolton juga membongkar intervensi Melania Trump dalam sejumlah kebijakan luar negerinya. Dia menyatakan, Trump menunda keluarnya AS dari kesepakatan nuklir (JCPOA) lantaran berbenturan dengan sebuah proyek yang dirancang istrinya itu.

Sejak hari Kamis lalu, bocornya sejumlah konten buku “The Room Where It Happened” telah menjadi bom berita di sejumlah media dunia. Dalam buku tersebut, Bolton membeberkan borok Trump dan sejumlah anggota Kabinetnya.

Presiden AS pun merespons buku mantan bawahannya tersebut. Trump dalam akun Twitter-nya mencuit, ”Saya tidak mengucapkan banyak pernyataan menggelikan yang dinisbatkan Bolton kepada saya. Itu cuma murni karangannya. Dia berusaha mengkompensasi pemecatan dirinya, yang diusir keluar seperti anak anjing sakit.”

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2128