Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Buka 300 Gugatan atas Agresi AS dan Israel, Libatkan Lebih dari 32 Ribu Penggugat

POROS PERLAWANAN — Iran telah membuka sekitar 300 perkara hukum terkait agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Gugatan yang diajukan melibatkan lebih dari 32.000 penggugat dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari korban langsung hingga warga yang mengalami dampak psikologis dan keamanan akibat perang.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad menyampaikan hal itu dalam wawancara yang disiarkan Khabar TV pada Sabtu 20 Juni. Menurutnya, proses hukum dimulai segera setelah berakhirnya perang selama 12 hari pada Juni 2025.

Azad mengatakan otoritas peradilan telah mengajukan pengaduan pidana terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab dan membuka sejumlah perkara di Kejaksaan Teheran.

Lebih dari 200 perkara pidana telah dilimpahkan ke cabang-cabang penyelidikan khusus dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

Menurutnya, sejumlah putusan telah dijatuhkan, termasuk putusan ganti rugi terhadap Amerika Serikat dan negara-negara yang bersekutu dengannya. Beberapa putusan bahkan telah memasuki tahap pelaksanaan.

Selain perkara pidana, Iran juga membentuk pengadilan perdata khusus yang ditangani hakim-hakim berpengalaman untuk memproses tuntutan ganti rugi akibat serangan terhadap Republik Islam Iran.

Azad menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara intensif dan diawasi langsung oleh Kepala Kejaksaan Teheran.

Ia juga mengumumkan bahwa lebih dari 2.000 pengacara telah menyatakan kesediaannya memberikan bantuan hukum kepada para korban, baik dalam proses hukum di dalam negeri maupun melalui forum hukum internasional.

“Kami akan terus menempuh jalur hukum hingga seluruh hak korban dipulihkan dan kerugian mereka mendapatkan kompensasi,” kata Azad.

Dalam keterangannya, Jaksa Agung Iran menyebut Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni 2025 yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi, komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Lebih dari sepekan kemudian, Amerika Serikat turut terlibat dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Ia juga merujuk pada operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut, menurutnya, menyasar berbagai infrastruktur vital Iran, termasuk depot minyak, kilang gas, dan pembangkit listrik.

Azad mengatakan serangan udara yang berlangsung selama 40 hari itu turut menewaskan ratusan warga sipil. Di antara korban yang disebutkan terdapat lebih dari 168 siswa Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab yang dilaporkan tewas akibat pengeboman pada hari pertama serangan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *