Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Kemunafikan Eropa: Diam-diam Sebut Israel ‘Apartheid’, Tapi Tak Berani Kecam Secara Terbuka

POROS PERLAWANAN – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas dalam sebuah pertemuan tertutup, menyamakan Israel dengan rezim apartheid Afrika Selatan. Padahal Uni Eropa itu sendiri hingga saat ini belum mengambil satu pun langkah praktis untuk membatasi kebijakan-kebijakan Israel.

Dikutip Fars dari media berita Eropa, EurActiv, Kallas dan mantan Perdana Menteri Estonia, dalam pertemuan rahasia dengan perwakilan Pemerintah Meksiko, membandingkan perlakuan Rezim Israel terhadap warga Palestina dengan rezim apartheid Afrika Selatan.

Menurut laporan EurActiv, dalam pertemuan-pertemuan tertutup tersebut, Kallas menyinggung lawatannnya ke Afrika Selatan tahun lalu dan kunjungannya ke Museum Apartheid di Johannesburg. Setelah itu, Kallas menyamakan kebijakan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat dengan sistem segregasi rasial yang berlaku di Afrika Selatan selama puluhan tahun.

Pernyataan ini disampaikan di balik pintu tertutup, padahal Uni Eropa secara konsisten menahan diri untuk tidak menggunakan istilah “apartheid” untuk Israel dalam berbagai pernyataan resminya.

Meskipun beragam organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, telah menilai kebijakan Israel setara dengan apartheid, Brussels belum pernah bersedia memasukkan istilah tersebut ke dalam kosa kata diplomatiknya, apalagi mengambil tindakan hukuman terhadap Tel Aviv.

Kesenjangan antara apa yang dikatakan para diplomat Eropa secara pribadi dan apa yang mereka lakukan dalam praktiknya, telah berulang kali dikritik oleh organisasi-organisasi pembela hak Palestina.

Uni Eropa tetap menjadi salah satu mitra dagang terbesar Israel dan secara konsisten tetap membisu mengenai sanksi atau pembatasan diplomatik terhadap Rezim tersebut.

Hingga saat ini, Kantor Kaja Kallas dan Juru Bicara Uni Eropa belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan ini.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *