Komandan IRGC Peringatkan Adanya Upaya Musuh Sebar ‘Narasi Palsu’ Selat Hormuz
POROS PERLAWANAN — Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi memperingatkan adanya upaya penyebaran narasi keliru terkait situasi di Selat Hormuz dan kebijakan Iran atas jalur energi strategis tersebut.
Laporan Press TV pada Sabtu 18 mengutip pernyataan Mousavi di media sosial yang disampaikan sehari sebelumnya, sekaligus mengenang mantan Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, yang gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Mousavi menyebutnya sebagai “arsitek tatanan baru di Selat Hormuz”.
Tangsiri sebelumnya dikenal memerintahkan penutupan jalur itu bagi pihak yang dikategorikan sebagai musuh dan sekutunya, sebagai respons atas serangan terhadap Iran.
Langkah tersebut memicu gejolak pasar energi global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada 7 April mengumumkan jeda serangan selama dua pekan setelah dampak ekonomi mulai terasa, termasuk lonjakan harga bahan bakar di dalam negeri.
Pengumuman itu menyusul sedikitnya 99 gelombang serangan balasan Iran terhadap target Amerika dan Israel di Kawasan.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah gencatan senjata di Lebanon diberlakukan. Kesepakatan itu merupakan bagian dari proposal 10 poin yang diajukan Iran sebelumnya.
Trump melalui platform Truth Social kemudian mengeklaim Iran berkomitmen tidak akan menutup Selat Hormuz lagi. Ia juga menyatakan blokade laut Amerika tetap berlaku terhadap Iran hingga seluruh kesepakatan rampung.
Pemerintah Iran membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan Selat tetap terbuka bagi kapal komersial dengan pengaturan rute tertentu serta izin resmi dari Otoritas Iran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf menyatakan status Selat Hormuz dan aturan operasionalnya akan ditentukan oleh dinamika di lapangan. Jalur itu, menurutnya, tidak akan tetap terbuka jika blokade Amerika berlanjut.
Mousavi menutup pernyataannya dengan menegaskan kesiapan Militer Iran. “Pasukan Dirgantara IRGC tetap siaga penuh, tidak memercayai pihak lawan, dan siap membela Iran kapan pun diperlukan,” ujarnya.
