Media Australia ABC Soroti Kehadiran Jutaan Warga Iran dalam Prosesi Penghormatan kepada Imam Sayyid Ali Khamenei
POROS PERLAWANAN – Jaringan penyiaran nasional Australia, ABC News, melaporkan jutaan warga Iran memadati Teheran pada Sabtu 4 Juli, untuk mengikuti dimulainya rangkaian prosesi penghormatan dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam Iran, Imam Sayyid Ali Khamenei. Dalam laporannya, media Australia tersebut menilai besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan tekad para pelayat untuk melanjutkan jalan perjuangan yang diyakini almarhum.
ABC melaporkan prosesi penghormatan dimulai di Musalla Imam Khomeini, Teheran, setelah jenazah Imam Sayyid Ali Khamenei dipindahkan ke lokasi tersebut sehari sebelumnya. Sejak fajar, arus masyarakat dari berbagai penjuru Ibu Kota terus berdatangan untuk mengikuti rangkaian penghormatan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari.
Menurut laporan itu, ribuan laki-laki dan perempuan berpakaian hitam berjalan menuju kompleks Musalla Imam Khomeini melalui jalan-jalan utama Teheran. Aparat keamanan menutup sejumlah ruas jalan dengan pembatas beton serta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar lokasi upacara.
ABC juga mencatat banyak penziarah membawa bendera Republik Islam Iran, sementara sebagian lainnya mengangkat foto Imam Sayyid Ali Khamenei dan penggantinya, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei. Di sejumlah titik, massa juga meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara dengan ABC, seorang warga Teheran bernama Marzieh menyatakan bahwa Imam Sayyid Ali Khamenei merupakan sosok yang memiliki arti besar, bukan hanya bagi rakyat Iran, melainkan juga bagi dunia.
“Dunia telah kehilangan beliau. Bukan hanya kami yang kehilangan Ayatullah Khamenei,” ujarnya.
Media Australia itu juga menggambarkan suasana di sekitar lokasi prosesi sebagai perpaduan antara duka mendalam dan semangat keteguhan masyarakat.
Dalam laporan yang sama, dosen ilmu politik Universitas Yeditepe, Turki, Özge Özünteker menyatakan bahwa banyak kalangan akan mengenang Imam Sayyid Ali Khamenei sebagai simbol perlawanan yang gugur akibat serangan musuh.
ABC turut mengutip pernyataan warga Teheran lainnya, Jalal Daneshvar, yang menilai kepemimpinan Imam Sayyid Ali Khamenei telah membentuk karakter kemandirian dan ketahanan bangsa Iran.
“Semua yang kami miliki hari ini berkat beliau. Tanpa Ayatullah Khamenei, kami tidak akan menjadi bangsa yang merdeka, berani, dan teguh menghadapi tekanan,” katanya.
Laporan tersebut juga menyebut jutaan warga dari berbagai provinsi melakukan perjalanan menuju Teheran untuk mengikuti prosesi penghormatan. Salah satunya adalah Hossein Panahi dari Urmia yang menyatakan kepada ABC bahwa Imam Sayyid Ali Khamenei merupakan teladan bagi masyarakat dan perjuangannya akan terus dilanjutkan.
Menurut Panitia Pusat, rangkaian penghormatan kepada Imam Sayyid Ali Khamenei dimulai di Musalla Imam Khomeini, Teheran, pada 4–5 Juli 2026. Prosesi pemakaman kemudian dilanjutkan di Teheran pada 6 Juli, Qom pada 7 Juli, Najaf dan Karbala pada 8 Juli, serta ditutup dengan prosesi pemakaman di Mashhad pada 9 Juli 2026, ketika Imam Sayyid Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Suci Imam Ridha as.
Sehari sebelumnya (3 Juli 2026), para Kepala Negara, pejabat tinggi, ulama, dan delegasi dari berbagai negara telah lebih dahulu menghadiri prosesi penghormatan resmi di Musalla Imam Khomeini sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Pemimpin Syahid Revolusi Islam Iran.
