Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Media Israel: Washington Diperkirakan Akan Desak Penarikan Pasukan Israel dari Lebanon Selatan

POROS PERLAWANAN — Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan meminta Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan. Penilaian tersebut disampaikan sumber yang dekat dengan Gedung Putih dan dikutip harian Israel Hayom, yang menyebut permintaan itu hanya tinggal menunggu waktu.

Menurut laporan yang dilansir Al Mayadeen pada Minggu 21 Juni, langkah tersebut berpotensi menempatkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam posisi yang sulit, baik secara politik maupun keamanan.

Sumber-sumber yang dekat dengan Netanyahu mengatakan Pemerintahan Presiden Donald Trump tengah bersiap mengajukan tuntutan terkait penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. Namun, Netanyahu disebut telah menyampaikan kepada para pembantunya bahwa meninggalkan zona keamanan di wilayah tersebut merupakan “garis merah”.

Sejalan dengan sikap tersebut, Netanyahu dilaporkan telah menginstruksikan Militer Israel untuk menyiapkan langkah-langkah yang menjamin perlindungan pasukan yang masih berada di kawasan itu.

Harian Israel Hayom juga melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz mendukung posisi tersebut. Menurut Katz, tidak ada dan tidak akan ada pembatasan terhadap operasi militer Israel di Lebanon selama berkaitan dengan upaya menghilangkan ancaman keamanan.

Katz menegaskan bahwa hasil yang dicapai Militer Israel selama operasi di Lebanon akan tetap dipertahankan melalui penempatan pasukan di zona keamanan sepanjang Garis Kuning.

Ia juga menyatakan bahwa gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya tidak mengubah posisi pasukan Israel di wilayah tersebut.

“Israel tidak akan menarik diri dari zona keamanan di Lebanon,” tegas Katz seperti dikutip Israel Hayom.

Laporan itu menyebut para pembantu Netanyahu memandang hubungan dengan Washington sebagai tantangan serius di tengah perubahan kebijakan Pemerintahan Trump dan meningkatnya tekanan politik terhadap Israel.

Beberapa hari sebelumnya, sejumlah laporan media Israel menyebut kalangan politik dan keamanan Rezim Zionis itu tengah bersiap menghadapi periode baru tekanan diplomatik dari Amerika Serikat menyusul perubahan sikap Trump terhadap Iran.

Menurut sumber-sumber yang dekat dengan Netanyahu, strategi yang saat ini ditempuh Rezim Israel adalah menyetujui tuntutan Amerika Serikat sejauh memungkinkan dan menolak hanya pada isu-isu yang dianggap sangat penting.

Mereka juga menilai situasi saat ini menuntut pendekatan yang hati-hati serta respons yang didasarkan pada perhitungan politik, bukan reaksi emosional.

Laporan tersebut muncul bersamaan dengan berlangsungnya serangkaian pertemuan diplomatik di Burgenstock, Swiss, yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan sebagai bagian dari persiapan perundingan resmi antara Washington dan Teheran.

Menurut koresponden Al Mayadeen di Jenewa, isu pertama yang dibahas setelah sesi pembukaan perundingan adalah implementasi butir pertama nota kesepahaman yang berkaitan dengan penghentian perang, khususnya di Lebanon.

Sebelum bertolak ke Swiss, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance menyatakan bahwa dua isu utama yang akan dibahas dengan pihak Iran adalah program nuklir dan situasi di Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *