Netanyahu Bantah Hubungannya dengan Trump Retak, Tegaskan Punya Pandangan yang Sama
POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu membantah spekulasi mengenai keretakan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip kantor berita Mehr pada Minggu 5 Juli, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya dan Trump tetap memiliki pandangan yang sama, meski mengakui perbedaan pendapat dapat terjadi dalam sejumlah persoalan.
“Saya tidak percaya ada keretakan dalam hubungan dengan Trump,” kata Netanyahu.
Menurut Netanyahu, Trump menjalankan kebijakan berdasarkan kepentingan Amerika Serikat, sedangkan dirinya bertindak sesuai kepentingan Israel. Karena itu, perbedaan pandangan yang muncul dinilai sebagai bagian dari hubungan antarpemimpin, bukan pertanda memburuknya hubungan kedua negara.
“Kami memiliki pandangan yang sama. Tentu saja terkadang muncul perbedaan pendapat, tetapi kami membicarakannya secara terbuka dan terus terang, dan biasanya mencapai jalan keluar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Israel menghadapi sorotan internasional atas berlanjutnya operasi militer di Gaza dan Lebanon yang disertai tuduhan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata. Pada saat yang sama, pemerintahan koalisi Netanyahu juga menghadapi tekanan politik di dalam negeri menyusul meluasnya kritik setelah operasi militer Israel di Iran, Lebanon, dan Gaza.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu menegaskan pemerintahnya akan terus mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan keamanan Israel.
“Kami sedang berperang di berbagai front melawan pihak-pihak yang ingin menghancurkan Israel. Kami akan membela Israel dan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi penduduk di wilayah utara. Hari ini, pasukan kami berada pada posisi yang mengawasi Suriah,” kata Netanyahu.
Sebelumnya, Trump dalam wawancara dengan Axios menjelang rencana pertemuannya dengan Netanyahu di Gedung Putih mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel memahami siapa yang memegang keputusan. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi mengenai dinamika hubungan Washington dan Tel Aviv, yang kemudian dibantah Netanyahu melalui wawancara dengan Fox News.
