Loading

Ketik untuk mencari

Afrika

Normalisasi Khartoum-Tel Aviv tanpa Restu Rakyat, Ancaman Serius bagi Capaian Revolusi Sudan

Normalisasi Khartoum-Tel Aviv tanpa Restu Rakyat, Ancaman Serius bagi Capaian Revolusi Sudan

POROS PERLAWANAN – Salah seorang pemimpin penentang normalisasi Sudan dengan Israel menyatakan, sebuah program nasional tengah digodok untuk menghentikan proses normalisasi Khartoum dengan Tel Aviv.

Dilansir Fars, Jubir Koordinasi Perjuangan Rakyat Antinormalisasi, Hisham al-Shawani mengatakan keputusan Rezim Sudan untuk menjalin hubungan dengan Israel, yang dimediasi AS, telah merebut hak rakyat Sudan untuk mengambil keputusan.

“Pemerintah Sudan menjalin hubungan dengan Rezim Zionis tanpa meminta izin dari rakyat, padahal normalisasi bukan bagian dari proyek nasional Sudan,” kata al-Shawani kepada al-Mayadeen.

“Para partisipan dalam normalisasi dengan Israel adalah antek dan abdi Kutub AS. Mereka mengutarakan dalil-dalil palsu untuk kejahatan ini,” lanjutnya.

Menurut al-Shawani, pihak militer dan nonmiliter telah bersekutu dalam masalah normalisasi ini. Ia berkata, “Proyek normalisasi diadakan untuk membuat miskin rakyat Sudan dan mewujudkan kepentingan ekonomi serta keamanan Israel.”

Ia menandaskan, normalisasi akan menjadi ancaman bagi capaian-capaian yang diperoleh Revolusi Sudan.

Al-Shawani mengungkap keyakinannya bahwa suara sejati bangsa Sudan yang menentang proyek Zionis dan imperialis akan berkumandang.

“Kami tengah menghadapi sebuah proyek besar dan kuat. Normalisasi adalah payung pelindung bagi Pemerintah Transisi dan Zionisme yang sedang berusaha menyusup di Sudan dengan perangkat-perangkat lokal,” papar al-Shawani.

“Untuk normalisasi dengan Israel, Sudan mendapat dukungan terbanyak dari lembaga-lembaga sipil, bukan rakyat Sudan. Saat ini, solusi untuk menghadapinya adalah menciptakan sebuah proyek nasional,” imbuhnya.

“Lembaga-lembaga sipil di Sudan mendapat dukungan langsung dari pihak asing. Mereka menjalankan instruksi-instruksi asing atas nama slogan perdamaian. Kebanyakan lembaga-lembaga ini menunjukkan ilustrasi yang tidak nyata dari realita yang ada di Sudan,” jelas al-Shawani.

“Situasi saat ini menakutkan dan membahayakan. Namun tetap ada peluang untuk membuat sebuah program nasional nyata demi melawan normalisasi,” pungkasnya.

Normalisasi Sudan dan Israel diumumkan beberapa hari setelah Donald Trump menyatakan telah menerima 335 juta dolar, yang diklaim sebagai “uang tebusan untuk keluarga para korban terorisme”.

Pada hakikatnya, pembayaran uang tebusan ini adalah prasyarat yang diajukan AS untuk menghapus nama Sudan dari daftar “Negara-negara Pendukung Terorisme”.

Tags: