Para Tokoh dan Pemuka Masyarakat Gaza Sikapi Tegas Pergerakan Mencurigakan Anti-Hamas
POROS PERLAWANAN – Gerakan yang dikenal sebagai “Gerakan 26 Juni” belakangan ini telah memulai kampanye propaganda yang luas terhadap Hamas di Gaza.
Dilansir Kantor Berita Tasnim, beberapa tokoh dan pemuka masyarakat di Gaza menyatakan sikap mereka terhadap kelompok yang disebut “Gerakan 26 Juni”. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok ini mengajak masyarakat Gaza melalui media sosial untuk melakukan demonstrasi melawan Hamas pada Jumat (26 Juni).
Saat diwawancarai Shehab News, para tokoh dan pemuka masyarakat Gaza tersebut menyatakan, “Kita harus bersikap tegas terhadap milisi bayaran dan antek-antek. Setiap individu yang terbukti terlibat dalam melayani Pendudukan atau mengganggu keamanan masyarakat Palestina, harus dimintai pertanggungjawaban dan dihukum.”
“Kami menyatakan penolakan kami terhadap apa yang disebut sebagai ‘Gerakan 26 Juni’. Kami menganggapnya sebagai gerakan mencurigakan, yang tidak sejalan dengan kepentingan bangsa Palestina di tengah kondisi perang yang masih berlangsung terhadap Jalur Gaza.”
Kelompok yang disebut “Gerakan 26 Juni” ini sudah sejak beberapa waktu lalu merilis sebuah kampanye melalui media sosial. Mereka menyeru agar penduduk Gaza turun ke jalan untuk berdemonstrasi melawan Hamas di seluruh wilayah tersebut pada 26 Juni, Jumat mendatang.
Berita mengenai gerakan ini diliput secara mendetail oleh situs-situs berita yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, termasuk al-Sharq al-Awsat. Seorang jurnalis dan aktivis Palestina yang saat ini berada di Mesir, Abdul Hamid Abdul Ati, diketahui sebagai penggagas gerakan mencurigakan anti-Hamas ini.
