Loading

Ketik untuk mencari

Berita Nasional

Pengamat Militer Indonesia: Corona Senjata Lebih Bahaya dari Nuklir!

Connie Rahakundini Bakrie

POROS PERLAWANAN – Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan semua pihak agar berhati-hati dengan virus Corona. Menurutnya, ada kemungkinan bahwa virus ini sengaja dibuat sebagai senjata pemusnah massal.

“Kalau saya melihatnya, Corona ini harus kita anggap sebagai senjata pemusnah massal. Apapun yang berbau biologi di mata saya sekarang, itu lebih mengerikan daripada yang berbau nuklir,” ujar Connie pada Selasa 10 Maret, dikutip dari CNN.

Kecurigaan Connie bahwa Corona adalah senjata, muncul dari laporan Chemical, Biological, Radiological & Nuclear (CBRN) Defence Market pada 2017. Menurut Connie, laporan yang dibuat tiga tahun lalu tersebut menyatakan sudah ada alat untuk menghadapi senjata kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.

Artinya, sejak tiga tahun lalu, produsen-produsen telah mengetahui jika akan muncul senjata model baru seperti senjata biologis.

Kecurigaan Connie makin menguat setelah mendengar pernyataan Philip Giraldi, seorang mantan spesialis anti-terorisme Amerika dan pejabat intelijen militer CIA. Giraldi menyatakan bahwa virus Corona tidak terjadi secara alami melalui mutasi genetika seperti yang banyak diberitakan.

Giraldi bahkan menyebut virus ini sengaja diciptakan di laboratorium oleh AS dan sekutunya Israel untuk memusnahkan musuh bebuyutannya yaitu China dan Iran.

“Jadi dia (Philip Giraldi) nyatakan Covid-19) ini buatan,” kata Connie menanggapi pernyataan Giraldi.

Connie juga membeberkan alasan mengapa senjata biologis kini menjadi menarik untuk dipergunakan. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk serangan senjata biologis sangatlah murah jika dibandingkan dengan senjata-senjata lain seperti senjata konvensional, senjata kimia, maupun senjata nuklir.

Berdasarkan data yang ia punya, Connie menyebut untuk 1 kilometer persegi serangan biologis hanya membutuhkan biaya sebesar satu dollar AS, berbeda jauh dengan senjata konvensional yang memerlukan 2000 dollar, senjata kimia 600 dollar, senjata nuklir 800 dollar. Di wsamping juga senjata biologis lebih mudah diangkut.

Selain itu, senjata biologis juga dinilai ampuh karena sulit dideteksi oleh anjing pelacak bahkan oleh X-Ray sekalipun.

“Bayangkan (senjata) biologi US$1 per kilometer persegi. Makanya dia dibilang ‘a nuclear bomb for a poor man’. Pokoknya orang miskin di manapun akan pakai biologi,” ujarnya.

Di sisi lain, Connie juga mengaku telah mendengar banyak pihak berencana membuat senjata biologis untuk melindungi kepentingan masing-masing.

“Ini kan ngeri banget. Jadi mungkin ada yang senang nih dengan adanya muncul ini (virus Corona) dan bagaimana kemajuan pengetahuan malah mempercepat virus ini menyebar,” ujar Connie.

Connie juga menyampaikan sebuah fakta berdasarkan data yang ia punya dari laporan penelitian Institut Pertanian Bogor tahun 2013-2016 bahwa virus Corona sudah ada sejak lama. Data menyebutkan bahwa ada virus Corona Alfa, Beta, Delta, dan Gama. Virus Corona Beta dan Gama berbahaya bagi manusia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *