Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Penulis Maroko: Hapus Peluang AS jadi Lebih Arogan, Para Pembela Keadilan Mestinya Dukung Iran

Penulis Maroko: Hapus Peluang AS jadi Lebih Arogan, Para Pembela Keadilan Mestinya Dukung Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, penulis asal Maroko, Abdussalam bin Isa dalam tulisannya di Rai al-Youm menyatakan, Iran layak mendapat dukungan dari warga Dunia Arab.

Menurut Bin Isa, perseteruan Iran vs AS bukan murni perselisihan antara dua negara. Namun itu adalah perseteruan antara sebuah negara dengan kekuatan imperialis dan arogan. Ia berpendapat, bangsa Arab, kaum merdeka, dan para pembela kebenaran di dunia seharusnya mendukung Iran dalam perundingan Wina terkait keharusan AS kembali ke JCPOA.

“Iran adalah sebuah negara Muslim. Ada banyak persamaan agama, budaya, dan sejarah antara Persia dan Arab. Republik Islam Iran adalah negara pertama yang mengusir Dubes Israel pascakemenangan Revolusi Islam, serta menggantikannya dengan Kedubes Palestina. Iran pula yang membela dua negara Arab, yaitu Irak dan Suriah, dalam menghadapi kelompok Teroris Takfiri ISIS; kelompok yang didukung oleh sebagian negara-negara Arab Teluk, AS, dan Israel”, tulis Bin Isa.

Iran, tulis Bin Isa, juga memihak para pejuang Palestina dan Lebanon, serta menyokong mereka dengan uang, senjata, dan konsultan militer. Di saat bersamaan, Teheran juga berada di sisi rakyat Yaman dalam menghadapi agresi dan blokade Koalisi Agresor pimpinan Saudi.

Meski begitu, Bin Isa menyatakan bahwa semua ini bukan alasan dia mendukung Iran. Sikap Iran dalam perundingan Wina, aku Bin Isa, adalah alasan utama dukungannya untuk Teheran.

Dia lalu menyinggung kesepakatan JCPOA yang dibuat tahun 2015 dan keluarnya Donald Trump dari kesepakatan itu, yang disusul dengan pemberlakuan sanksi-sanksi atas Iran. Bin Isa menulis, ”Bukankah ini perilaku arogan AS? Bisakah kita menerima perilaku semacam ini? Jika kita tidak menentangnya, bukankah kita akan mendorong AS untuk lebih bersikap arogan? Bukankah kita akan menjadi korban berikutnya?”

“Mari kita asumsikan bahwa Iran adalah pihak yang keluar secara sepihak dari JCPOA. Bukankah para petinggi NATO akan langsung mengadakan sidang darurat? Serta mengirim kapal-kapal perang mereka untuk memaksa Iran kembali ke kesepakatan?” tulisnya.

Di akhir tulisannya, Bin Isa menyebut kemenangan Iran dalam perundingan nuklir sebagai kemenangan kebenaran dan semua negara tertindas di dunia. Ia menyatakan, dukungan untuk Iran bukan hanya sebuah kewajiban moral dari sisi pembelaan terhadap mazlum di hadapan zalim atau keberpihakan terhadap hukum. Namun, tegas Bin Isa, dukungan untuk Iran juga akan menguntungkan semua negara Dunia Ketiga yang berharap untuk bebas dari hegemoni Barat dan AS.

Tags: