Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Protes Ancaman Terbaru Trump, Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan Swiss

POROS PERLAWANAN — Delegasi perunding Iran meninggalkan lokasi perundingan di Burgenstock, Swiss, sebagai bentuk protes terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah tersebut membuat kelanjutan pembicaraan mengenai implementasi nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat berada dalam ketidakpastian.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Minggu malam 21 Juni yang mengutip sumber dekat tim perunding Iran, delegasi Teheran telah menyampaikan protes resmi kepada pihak Amerika Serikat dan sedang mengkaji respons yang akan diberikan terhadap ancaman terbaru Trump.

Sumber tersebut menegaskan bahwa berdasarkan klausul kedua dalam nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya, setiap bentuk ancaman merupakan pelanggaran nyata terhadap isi kesepakatan.

Televisi Iran juga mengutip salah seorang anggota delegasi perunding yang menegaskan bahwa pembicaraan tidak akan berlanjut apabila perang di Lebanon tidak dihentikan.

“Jika perang di Lebanon tidak diakhiri, perundingan tidak akan berlanjut,” ujar anggota delegasi tersebut.

Sementara itu, koresponden Al Mayadeen di Burgenstock melaporkan bahwa ancaman Trump telah memengaruhi suasana perundingan dan membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit.

Menurut laporan tersebut, setelah sesi perundingan empat pihak yang berlangsung selama sekitar 80 menit, para delegasi memutuskan mengambil jeda untuk berkonsultasi dengan Pemerintah masing-masing. Pada saat yang sama, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menghubungi Trump dan menyampaikan perkembangan pembicaraan yang sedang berlangsung.

Namun, tidak lama kemudian Trump mengeluarkan pernyataan yang dinilai menutup peluang kelanjutan perundingan.

Al Mayadeen melaporkan bahwa ancaman Trump untuk menghancurkan Iran, memberlakukan kebijakan di Selat Hormuz, serta peringatannya kepada delegasi Iran bahwa mereka tidak akan dapat kembali ke negaranya, dipandang sebagai ancaman langsung terhadap tim perunding Iran yang sedang berada di Swiss.

Ancaman tersebut juga dinilai menyasar Swiss sebagai negara tuan rumah perundingan.

Sebagai respons, Iran memutuskan menangguhkan partisipasinya dalam pembicaraan dan tidak menghadiri sesi perundingan kedua. Delegasi Iran kembali ke markas delegasi dan menyatakan tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum dua syarat dipenuhi.

Menurut laporan Al Mayadeen, syarat pertama adalah permintaan maaf resmi dari Trump atas pernyataannya. Syarat kedua adalah penarikan pasukan Israel dari Lebanon.

Koresponden Al Mayadeen menilai perkembangan tersebut menandai fase baru dalam posisi Iran. Jika sebelumnya Teheran menuntut penghentian agresi, kini tuntutan itu disertai desakan agar Israel menarik seluruh pasukannya dari Lebanon.

Kantor berita IRNA juga melaporkan bahwa perundingan memasuki fase sulit setelah berlangsung sekitar 80 menit menyusul publikasi pesan Trump yang dianggap menyinggung dan mengganggu proses diplomatik.

IRNA menyebut delegasi Iran meninggalkan gedung perundingan setelah bertemu dengan delegasi Qatar yang berperan sebagai salah satu mediator dalam pembicaraan tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *