Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Tindakan Penipuan Trump Umumkan Situasi Darurat Versus Iran, Hanya Cara Justifikasi Keinginannya Jual Senjata ke Saudi Tanpa Izin Kongres

Tindakan Penipuan Trump Umumkan Situasi Darurat Versus Iran, Hanya Cara Justifikasi Keinginannya Jual Senjata ke Saudi Tanpa Izin Kongres

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, sejumlah sumber mengabarkan, Menlu AS Mike Pompeo pada tahun 2019 lalu meminta para penasihatnya untuk menemukan cara menjustifikasi penjualan senjata senilai 8 milyar Dolar ke Saudi.

Kepada CNN, empat sumber itu mengatakan, permintaan Pompeo ini diajukan usai dirinya mengumumkan situasi darurat versus Iran.

Kabar ini menjadi penting, karena ditengarai bahwa Donald Trump memecat Inspektur Jenderal Kemenlu AS lantaran investigasinya terkait masalah ini.

“Tampaknya mereka memiliki program (untuk menjual senjata ke Saudi). Untuk itu, mereka berusaha mencari justifikasi untuk itu,” kata seorang pejabat senior Kemenlu AS kepada CNN.

Pejabat ini mengaku, pada akhir tahun lalu dia telah memberikan informasi soal ini ke Kantor Inspektur Jenderal Kemenlu AS.

“Keputusan ini murni berasal dari Trump,” ujarnya.

Menurut sumber-sumber CNN, arti permintaan Pompeo adalah para pejabat Kemenlu AS harus merekayasa situasi, sehingga keputusan tak lazim itu bisa dijustifikasi.

Pada hari Rabu 20 Mei lalu, Ketua DPR AS mengecam Trump yang mengumumkan situasi darurat versus Iran. Nancy Pelosi menyebutnya sebagai “keputusan yang dibuat-buat.”

Sebelum Pelosi, Ketua Komite Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel, pada hari Senin 18 Mei menyatakan, pemecatan Inspektur Jenderal Kemenlu AS, Steve Linick mungkin dilatarbelakangi penyelidikannya terkait pengumuman situasi darurat versus Iran.

Trump memecat Steve Linick pada Jumat pekan lalu. Linick diangkat Barack Obama sebagai Inspektur Jenderal Kemenlu AS pada 2013 silam.

“Saya menyadari bahwa pemecatan Linick mungkin disebabkan alasan lain. Atas permintaan saya, dia tengah menyelidiki tindak penipuan Trump yang mengumumkan situasi darurat demi menjual senjata ke Saudi,” kata Engel.

Menurut Reuters, Gedung Putih, Kemenlu AS, dan Kedubes Saudi belum menanggapi statemen Engel.

Dengan mengumumkan situasi darurat nasional, Presiden AS bisa mengabaikan UU Pengendalian Senjata dan menjual senjata tanpa izin Kongres.

Tags: