Yaman Tegaskan Syahadah Ayatullah Khamenei Menguatkan Poros Perlawanan
POROS PERLAWANAN – Sejumlah pejabat tinggi Yaman menegaskan syahadah Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tidak melemahkan Poros Perlawanan. Sebaliknya, peristiwa itu dinilai semakin mengokohkan tekad seluruh kekuatan perlawanan untuk meneruskan perjuangan hingga mencapai kemenangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian penghormatan terakhir dan prosesi pemakaman Ayatullah Khamenei di Teheran, Senin, 6 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan Press TV.
Kehadiran para pejabat Yaman disebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan Ayatullah Khamenei terhadap perjuangan umat Islam dan rakyat Yaman selama menghadapi agresi koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, rombongan Yaman menegaskan Ayatullah Khamenei telah menjadi simbol perjuangan umat Islam sekaligus salah satu pilar utama poros perlawanan dalam menghadapi proyek dominasi Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Mereka meyakini darah para syuhada, termasuk Ayatullah Khamenei, akan menjadi kekuatan moral yang memperbesar semangat perjuangan.
“Pengorbanan dan kesyahidan para pemimpin poros perlawanan hanya akan semakin menguatkan tekad kami untuk terus bertahan dan melawan.”
Para pejabat itu menilai Ayatullah Khamenei mendedikasikan seluruh kehidupannya untuk membela umat Islam, memperkuat persatuan dunia Islam, serta mendukung bangsa-bangsa yang menghadapi penindasan.
Menurut mereka, kepemimpinan Ayatullah Khamenei berhasil membangun solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara komponen poros perlawanan. Pengaruh tersebut tetap hidup setelah syahadahnya karena gagasan dan keteladanannya terus menjadi inspirasi bagi berbagai kelompok perlawanan di kawasan.
Mereka juga menyebut berbagai capaian yang diraih poros perlawanan dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel merupakan hasil dari visi strategis yang dibangun Ayatullah Khamenei selama puluhan tahun.
Dalam kesempatan itu, para pejabat Yaman menegaskan poros perlawanan kini semakin solid dan bergerak sebagai satu kekuatan menghadapi proyek politik serta militer Amerika Serikat dan Israel.
“Kami meyakini fase berikutnya akan menghadirkan perkembangan yang berpihak kepada bangsa-bangsa di kawasan. Proyek dominasi Amerika Serikat dan Zionis tidak akan berakhir selain dengan kegagalan.”
Pernyataan tersebut juga menegaskan eratnya hubungan Yaman dan Republik Islam Iran yang dibangun atas prinsip persaudaraan, kerja sama, serta komitmen bersama membela Palestina dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.
Rangkaian penghormatan terakhir kepada Ayatullah Khamenei dimulai pada Jumat, 3 Juli 2026, di Musala Agung Teheran dan dihadiri para pemimpin politik, tokoh agama, serta utusan dari berbagai negara. Prosesi pemakaman berlanjut pada Senin dengan diikuti jutaan pelayat yang memadati jalan-jalan utama ibu kota Iran.
