Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Tegaskan Perang Resmi Berakhir, Serangan Israel ke Lebanon akan Dinilai ‘Langgar Kesepahaman’ dengan AS

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menegaskan bahwa perang yang melibatkan Iran dan sejumlah front regional melawan AS-Israel telah berakhir secara resmi sejak Senin pagi waktu Teheran setelah tercapainya kesepahaman akhir antara Iran dan Amerika Serikat. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap serangan Militer Israel ke Lebanon setelah kesepahaman tersebut berlaku akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati.

Menurut Mehr News pada Selasa 16 Juni, pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam pertemuan dengan para duta besar asing yang bertugas di Teheran. Dalam forum tersebut, Araghchi mengungkapkan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah dirampungkan pada Minggu dan akan segera ditandatangani secara resmi.

Araghchi mengatakan penandatanganan kemungkinan dilaksanakan pada Jumat di lokasi yang akan diumumkan kemudian. Pada hari yang sama, Iran dan Amerika Serikat juga dijadwalkan memulai putaran baru perundingan.

“Sejak Senin pagi waktu Teheran, ketika kesepahaman akhir dicapai, berakhirnya perang juga telah diumumkan. Namun implementasi resmi nota kesepahaman ini akan dimulai pada Jumat,” ujar Araghchi.

Menurutnya, proses negosiasi dibagi ke dalam dua tahap menyusul berbagai hambatan dalam mencapai kesepakatan, termasuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran selama masa perundingan.

Tahap pertama mencakup penghentian perang, pengaturan Selat Hormuz, pembebasan aset Iran yang diblokir, serta agenda rekonstruksi. Setelah itu, perundingan akan berlanjut selama 60 hari guna mencapai kesepakatan final yang membahas program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.

Araghchi menegaskan penghentian perang harus berlaku di seluruh medan konflik, termasuk Lebanon. Menurutnya, perkembangan konflik di Lebanon telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perang yang melibatkan Iran sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara bersamaan.

“Pemerintah Iran sejak awal memandang berakhirnya perang di Lebanon sebagai salah satu syarat utama berakhirnya perang dengan Iran,” katanya.

Araghchi menambahkan bahwa kesepahaman yang dicapai mencakup penghentian perang di Lebanon sekaligus pengakhiran pendudukan wilayah Lebanon oleh Israel. Dari sudut pandang Teheran, perang belum dapat dianggap benar-benar berakhir tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Lebih lanjut, Araghchi menyebut pihak-pihak yang tercakup dalam nota kesepahaman tersebut adalah Amerika Serikat dan Israel di satu sisi serta Iran dan Hizbullah di sisi lain.

“Setiap serangan Militer Israel terhadap Lebanon mulai saat ini, termasuk kelanjutan pendudukan atas wilayah Lebanon, kami anggap sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman,” tegasnya.

Pada akhir pernyataannya, Araghchi menyampaikan apresiasi kepada Pakistan dan Qatar atas peran mediasi yang membantu tercapainya kesepahaman tersebut.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *