Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Kecam Keras Negosiasi Langsung Pemerintah Lebanon dengan Israel, Sebut Bentuk Penyerahan pada Kehendak AS

Hizbullah: Konsesi yang Diberikan Lebanon kepada Israel Takkan Hentikan Agresinya

POROS PERLAWANAN — Hizbullah Lebanon mengecam keras langkah sejumlah pejabat Lebanon yang terlibat dalam negosiasi langsung dengan Israel. Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menilai perundingan tersebut merupakan bentuk penyerahan terhadap dikte Amerika Serikat dan berpotensi melemahkan kedaulatan Lebanon.

Menurut laporan Mehr News Agency pada Minggu 21 Juni, pernyataan itu disampaikan menyusul kunjungan delegasi pejabat Lebanon ke Washington untuk mengikuti putaran pembicaraan langsung dengan pihak Israel.

Hizbullah menilai semakin jelas bahwa putaran negosiasi yang berlangsung di Washington diarahkan untuk mendorong Lebanon menerima dan menandatangani proposal yang diajukan Pemerintah Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut tuntutan tersebut dapat menggerus kedaulatan Lebanon dan menggeser posisi politik negara itu ke dalam barisan pihak-pihak yang memilih berdamai dengan Pendudukan Israel.

“Sudah jelas dan pasti bahwa putaran negosiasi langsung yang menyeret delegasi Lebanon ke Washington hanya bertujuan menerima dan menandatangani proposal Amerika Serikat, yang merampas kedaulatan Lebanon dan memindahkan posisi politik negara ini ke barisan pihak-pihak yang berdamai dengan Pendudukan Israel,” demikian pernyataan Hizbullah.

Hizbullah menegaskan tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari perundingan yang disebutnya sebagai perundingan kompromistis tersebut.

Menurut Hizbullah, dasar penyelenggaraan negosiasi sejak awal sudah keliru dan meragukan, sementara tujuan akhirnya adalah mendorong Lebanon untuk tunduk pada kehendak Israel.

Hizbullah kembali mengecam pendekatan negosiasi langsung dengan Israel, seluruh proses yang menyertainya, serta hasil yang mungkin lahir dari perundingan tersebut.

Dalam pernyataan itu, Hizbullah menilai negosiasi langsung dengan Israel justru menjadi penghalang bagi upaya menghadapi proyek-proyek Israel, perjuangan Perlawanan di lapangan, serta pengorbanan besar yang telah diberikan rakyat Lebanon. Menurut Hizbullah, para pejabat Lebanon seharusnya memanfaatkan posisi tawar dan berbagai sumber kekuatan yang dimiliki negara untuk menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.

Pada bagian akhir pernyataannya, Hizbullah menyebut keikutsertaan berkelanjutan dalam negosiasi langsung sebagai bentuk pelaksanaan arahan harian Pemerintah Amerika Serikat kepada para pejabat Lebanon.

Hizbullah menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan secara sepihak tanpa konsensus nasional, bertentangan dengan Piagam Nasional Lebanon, konstitusi, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Hizbullah, kebijakan tersebut hanya akan melayani kepentingan Amerika Serikat dan Israel serta meningkatkan ancaman terhadap stabilitas, kemerdekaan, dan kedaulatan Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *