Ghalibaf Tegaskan Ancaman Trump Tak Berarti, Iran Siap Beri Respons terhadap Agresi Baru
POROS PERLAWANAN — Ketua Parlemen Iran sekaligus pemimpin delegasi perunding Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat di Swiss, Mohammad Baqer Ghalibaf menegaskan bahwa ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak akan memengaruhi sikap Teheran. Ghalibaf menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran siap memberikan respons terhadap setiap bentuk agresi baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf melalui akun media sosial X pada Minggu 21 Juni, menyusul ancaman Trump yang memperingatkan Iran agar menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok sekutu di Lebanon atau menghadapi serangan militer Amerika Serikat yang lebih besar.
“Apakah mereka tidak berpikir bahwa jika ancaman mereka efektif, mereka tidak akan sampai pada kondisi terdesak seperti sekarang? Kami tidak menganggap ancaman Amerika memiliki arti apa pun”, tulis Ghalibaf.
Ghalibaf juga memperingatkan para pejabat Amerika Serikat agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan mereka.
“Angkatan Bersenjata kami siap memberikan respons dengan cara lain. Apa pun yang mereka katakan, kami yang akan bertindak,” tegasnya.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya di Lebanon.
“Iran harus segera menghentikan proksi-proksi mereka di Lebanon yang dibayar mahal untuk membuat kekacauan. Jika tidak, kami akan menghantam Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras”, tulis Trump.
Trump kemudian melanjutkan ancamannya dengan menyinggung penutupan Selat Hormuz.
“Jika Anda menutup Selat Hormuz, Anda tidak akan memiliki negara. Bahkan Anda tidak akan bisa kembali ke negara Anda sendiri,” ujarnya.
Menurut laporan Fox News, Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil alih Selat Hormuz apabila dianggap perlu.
Ketegangan meningkat di tengah berlangsungnya perundingan Iran-Amerika Serikat di Swiss. Sumber yang dikutip Press TV menyebut delegasi Iran telah menyampaikan keberatan secara langsung kepada pihak Amerika Serikat atas ancaman terbaru Trump dan sedang mengevaluasi langkah yang akan diambil sebagai respons.
“Delegasi Iran telah menyampaikan protesnya kepada pihak Amerika dan saat ini sedang menilai situasi untuk memberikan respons yang tepat terhadap ancaman verbal Trump,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, sumber yang dekat dengan tim perunding Iran mengatakan kepada Tasnim News Agency bahwa delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan di Swiss sebagai bentuk protes atas ancaman Presiden Amerika Serikat tersebut.
Menurut sumber itu, ancaman Trump menyebabkan pembicaraan di Swiss terhenti dan membuat kelanjutan negosiasi berada dalam ketidakpastian.
Perkembangan ini terjadi sehari setelah Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas maritim. Teheran menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap pelanggaran nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Iran dan Amerika Serikat.
