Jurnalis Ahmad Washah Tewas, Serangan Israel di Gaza Renggut 10 Nyawa dalam 24 Jam
POROS PERLAWANAN — Sedikitnya 10 warga Palestina, termasuk jurnalis kamera Ahmad Washah dan empat anggota satu keluarga, tewas dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Puluhan warga lainnya mengalami luka-luka meski gencatan senjata masih berlaku.
Menurut laporan media Palestina dan otoritas kesehatan setempat pada Minggu 21 Juni, Ahmad Washah tewas setelah sebuah drone Israel menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah. Serangan yang sama juga menewaskan seorang warga Palestina lainnya dan melukai satu orang.
Kematian Washah terjadi beberapa pekan setelah saudaranya, Mohammed Washah, tewas dalam serangan Israel di barat daya Kota Gaza saat kendaraan yang ditumpanginya menjadi sasaran tembakan.
Data Committee to Protect Journalists (CPJ) menunjukkan sedikitnya 260 jurnalis Palestina telah dibunuh Israel sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Di Kota Gaza, serangan drone Israel terhadap sebuah rumah di dekat Persimpangan Al-Tayaran menewaskan empat anggota satu keluarga yang terdiri atas seorang ayah, ibu, dan dua anak perempuan mereka.
Seorang warga lanjut usia juga tewas ketika pasukan Angkatan Laut Israel menembaki tenda-tenda pengungsian di Jalan Al-Bahr, kawasan Al-Amadi, sebelah barat Kota Gaza.
Di lokasi terpisah, serangan drone Israel di dekat Bundaran Al-Saftawi, Gaza utara, menewaskan seorang warga Palestina dan melukai seorang perempuan.
Sementara itu, seorang perempuan lainnya tewas akibat tembakan pasukan Israel di Beit Lahia.
Di Khan Yunis, Gaza selatan, serangan drone terhadap sekelompok warga sipil menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya. Dua anak laki-laki Palestina juga terluka akibat tembakan tentara Israel di dekat Bundaran Abu Hamid, sebelah timur kota tersebut.
Lima warga lainnya mengalami luka-luka setelah serangan drone yang menyasar kerumunan warga sipil di kawasan Sheikh Radwan, Gaza utara.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pelanggaran terhadap gencatan senjata telah menyebabkan 1.007 warga Palestina tewas dan 3.165 lainnya terluka. Data terbaru yang dikutip kantor berita WAFA menunjukkan jumlah korban pascagencatan senjata meningkat menjadi 1.021 orang tewas dan 3.249 orang terluka.
Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) sebelumnya menggambarkan gencatan senjata di Gaza sebagai “ilusi mematikan” bagi anak-anak Palestina karena kekerasan dan korban sipil masih terus terjadi.
Otoritas kesehatan Palestina mencatat jumlah korban sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023 telah mencapai 73.032 orang tewas dan 173.357 orang terluka.
Hingga kini, tim penyelamat masih kesulitan menjangkau sejumlah korban yang diyakini berada di bawah reruntuhan bangunan atau di wilayah yang tidak dapat diakses.
